sejarah perang dingin

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perang dingin adalah sebuah era dimana terjadi konflik, ketegangan dan kompetisi antara dunia negara adidaya, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perang tersebut terjadi antara tahun 1947 – 1991.  Awalnya Amerika Serikat dan Uni Soviet dulunya bersekutu melawan Jerman saat Perang Dunia II. Namun setelah perang berakhir, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Pertentangan demi pertentangan yang terjadi antar dua negara tersebut menimbulkan persaingan. Persaingan antar keduanya menyangkut berbagai bidang seperti bidang ekonomi, politik, koalisi militer, industri, pengembangan teknologi, pertahanan, persenjataan, dan lain-lain. Dikabarkan bahwa perang dingin ini akan berakhir dengan nuklir namun nyatanya tidak terjadi. Istilah ‘perang dingin’ itu sendiri diperkenalkan oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman asal Amerika Serikat pada tahun 1947 untuk menggambarkan ketegangan yang terjadi antara dua negara adidaya tersebut. Walau disebut perang, belum pernah terjadi  konflik terbuka antara kedua negara yang bertikai.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

Apa penyebab terjadinya Perang Dingin?
Negara mana sajakah yang terlibat dalam Perang Dingin?
Apa bentuk persaingan antar negara saat Perang Dingin?
Apa dampak dari terjadinya Perang Dingin bagi dunia?
Bagaimana akhir dari perang dingin?
1.3 Tujuan

Menjelaskan penyebab terjadinya Perang Dingin.
Menyebutkan negara-negara yang terlibat dalam Perang Dingin.
Menjelaskan bentuk persaingan antar negara sekaligus dampaknya bagi dunia.
Menjelaskan bagaimana berakhirnya Perang Dingin.
1.4 Manfaat

Adapun manfaat penulisnya makalah ini untuk mempermudah pemahaman serta memperluas wawasan pembaca mengenai sejarah terjadinya perang dingin.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sebab

2.1.1 Perbedaan ideologi

Setelah perang Amerika dan Uni Soviet untuk melawan Jerman berakhir, mereka mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Perbedaannya antara lain berkaitan dengan ideologi, yaitu Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalis sedang Uni Soviet dengan paham komunis. Akibatnya, dua negara dengan kekuasaan terbesar ini bersaing untuk memengaruhi negara-negara lain dengan menyebarkan ideologi yang mereka unggulkan.

Karena persaingan ideologi inilah dunia terbagi menjadi dua blok kekuasaan, yakni Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dikuasai oleh Amerika Serikat dengan paham liberal-kapitalisnya. Sedang Blok Timur dikuasai oleh Uni Soviet dengan paham komunisnya.

2.1.2 Perebutan dominasi kepemimpinan

Amerika dan Uni Soviet saat itu saling bersaing untuk menjadi pemimpin dunia. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya berusaha untuk memengaruhi negara-negara lain khususnya negara yang baru merdeka dengan memberi paket bantuan ekonomi. Amerika beranggapan bahwa negara-negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi sasaran pemasaran hasil industri. Rakyat yang makmur dijauhkan dari pengaruh social-komunis Karena kemiskinan akan menjadi lading subur bagi perkembangan ideologi social-komunis.

Uni Soviet sendiri dengan kekuatan ekonominya juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya. Pendekatan yang dilakukan Uni Soviet antara lain adalah paket bantuan ekonomi untuk memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara yang dirangkulnya,  Selain itu, pendekatan yang dilakukan Uni Soviet lainnya adalah dengan mengirim tenaga ahli dan peralatan militer untuk membantu suatu negara yang memperjuangkan kemerdekaannya.

2.2 Negara yang Terlibat

Perlu diketahui bahwa perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menimbulkan persaingan untuk saling merangkul sekutu sebanyak-banyaknya. Alhasil kedua negara tersebut membuat blok yang terdiri atas negara-negara yang mendukungnya. Terbentuklah Blok Barat dengan Amerika Serikat dan Blok Timur dengan Uni Soviet.

NATO atau North Atlantic Treaty Organization (Pakta Atlantik Utara) adalah organisasi pertahanan militer yang anggotanya terdiri atas negara-negara Blok Barat. NATO dibentuk pada 4 April 1949 oleh dua belas negara yang menandatangi berdirinya organisasi tersebut. Dua belas negara pendiri tersebut terdiri dari Amerika, Belanda, Belgia, Britania Raya, Denmark, Islandia, Italia, Kanada, Luksemburg, Norwegia, Prancis, dan Portugal. Bagi Blok Barat, NATO adalah bentuk pertahanan bersama. Jadi, bila terjadi penyerangan terhadap negara anggota NATO, maka itu dianggap sebagai serangan terhadap Blok Barat. Beberapa dekade kemudian, empat negara tergabung dalam organisasi NATO. Negara tersebut antara lain Yunani, Turki, Jerman (sebagai Jerman Barat) dan Spanyol

Uni Soviet sebagai komandan Blok Timur tidak ketinggalan untuk membentuk organisasi baru. Pada tahun 1955, negara-negara Blok Timur mendirikan Pakta Warsawa untuk menyaingi NATO. Pada kenyataannya konflik militer tidak pernah terjadi antara Blok Barat melalui NATO dan Blok Timur melalui Pakta Wasarwa. Adapun negara-negara anggota Blok Timur antara lain Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Romania, Albania, Mongolia, Kuba, Vietnam dan Korea Utara.

2.3 Bidang Persaingan dan Dampak

Dapat dipastikan bahwa suatu hal yang terjadi memiliki dampak baik secara individu atau yang lebih luas. Perang dingin yang didominasi oleh kekuatan Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki dampak-dampak bagi dunia sebagai berikut:

2.3.1 Bidang ekonomi
Rupanya dampak perang dingin memberikan dampak positif bagi perekonomian negara-negara di dunia. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian di dunia banyak dikuasai oleh para pemilik modal. Hal ini akan memberikan keuntungan yang lumayan besar terutama jika para pemilik modal menanamkan modalnya di negara-negara berkembang. Umumnya negara-negara berkembang mempekerjaan buruh dengan upah yang masih kecil. Bagi negara yang ditempati oleh para pemilik modal pun akan berdampak positif dengan semakin berkembang pesatnya perekonomian di negara tersebut.
Adapun dampak merugikan dari bidang ini adalah dengan berkembang pesatnya teknologi militer, Amerika dan Uni Soviet mengembangkan bom nuklir yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk perang. Rumor yang beredar adalah Uni Soviet sudah meletakkan banyak ranjau nuklir di Kuba dan sedang diarahkan ke Amerika. Di sini Amerika tidak tinggal diam. Negara tersebut menandatangani pembentukan NATO. NATO sendiri adalah organisasi pertahanan yang menyetujui bahwa ada negara anggotanya yang diserang, maka hal tersebut dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Mendengar kabar ini Uni Soviet menarik bom-bom nuklirnya dari Kuba.

2.3.2 Bidang militer

Karena adanya rasa iri antara negara-negara yang berseteru, maka mereka masing-masing mulai memperkuat persenjataan dan pertahanan mereka. Mereka tidak mau kalah dengan negara besar. Dengan persaingan seperti ini, akan semakin besar pula potensi yang masing-masing negara miliki untuk mengembangkan militer negaranya menjadi lebih unggul.

2.3.4 Bidang Sosial Budaya
Adanya isu-isu mengenai masalah HAM semakin lama semakin terdengar ke seluruh penjuru dunia. Mulai saat itu, hukum undang-undang dalam suatu negara mengenai HAM mulai dibuat. Masyarakat pun dengan kompak menyetujui peraturan mengenai HAM tersebut. Dari sini masyarakat akan semakin percaya bahwa semua manusia memiliki hak-hak yang harus terpenuhi dan tidak dengan menindas secara sembarangan.

2.3.5 Bidang Astronomi
Perang dingin rupanya juga memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ilmu astronomi, terutama mengenai isi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam mempelajari dan mengkaji ilmu astronomi. Tak dapat dipungkiri jika rasa gengsi membuat mereka berlomba-lomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Dengan ini tanpa disadari kedua negara tersebut sedang mengembangkan ilmu astronomi menjadi semakin baik.

2.4.6 Bidang Teknologi
Pada saat perang dingin, pemerintah menyorot lebih kepada perkembangan sains dan teknologi karena kedua hal tersebut berkaitan dengan jalannya militer, Karena itu pemerintah tidak segan-segan memberikan dana lebih untuk kemajuan sains dan teknologi di negaranya. Dari sinilah muncul para ilmuwan yang berusaha mengkaji dan mengembangan sains dan teknologi demi kemajuan negaranya.

2.4.7 Bidang Politik
Dampak politik dapat kita lihat dari negara Jerman. Pada saat perang dingin, negara Jerman terpisah menjadi dua, Jerman Barat dengan ibukota Bonn dan Jerman Timur dengan ibukota Berlin. Jerman Barat menganut paham liberal sedang Jerman Timur menganut paham komunis. Di sisi lain, Jerman Barat rupanya mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding Jerman Timur. Hal ini membuat orang-orang dari Jerman Timur sedikit demi sedikit pindah ke Jerman Barat. Uni Soviet yang mengetahui masalah tersebut langsung mendanai pembuatan tembok pembatas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.  Uni Soviet juga menyiagakan tentaranya untuk menembaki setiap orang dari Jerman Timur yang melewati tembok tersebut.

2.4 Akhir




Perang dingin berakhir dengan beberapa faktor sebagai berikut:

2.4.1 Gerakan Reformasi Mikhael Gorbachev
Ketika Gorbachev menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis pada tahun 1985, Gorbachev berusaha merenovasi Uni Soviet menjadi negara yang lebih demokratis. Dia juga menandatangani beberapa perjanjian internasional dimana perjanjian itu secara harfiah mengakhiri perang dingin. Hal ini ditebus dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi enam belas negara yang berbeda.

2.4.2 Kegagalan Ekonomi Rusia

Harga minyak mengalami penurunan pada tahun 1980-an yang secara drastic memengaruhi pendapatan Uni Soviet pada saat itu. Selain itu, perlombaan senjata dengan Amerika Serikat membuat Uni Soviet semakin mengalami kesulitan terutama dalam bidang ekonomi. Hal ini menyebabkan banyaknya tuntutan reformasi liberan yang akhirnya tidak tertangani oleh baik sehingga muncul gerakan-gerakan yang akhirnya menghancurkan Uni Soviet.

2.4.3    Perang di Afganistan

Antara tahun 1979 hingga 1989, Uni Soviet membantu Republik Demokratik Afghanistan untuk melawan Mujahidin Afghanistan dan penyusup lainnya. Akhirnya, Amerika Serikat juga terlibat dalam perang ini dengan tujuan utama yaitu mengalahkan Uni Soviet. Karena biaya perang, kerugian ekonomi dan hilangnya nyawa selama sembilan tahun perang, masyarakat Uni Soviet mendesak pemerintah untuk segera menghentikan perang.

2.4.4    Komunikasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Membaik

Hubungan Amerika Serikat dengan Uni Soviet mulai mencair yang I ditandai dengan banyak pembicaraan yang melibatkan kedua negara tersebut. Ronald Reagan, presiden Amerika Serikat saat itu sepakat mengadakan beberapa diskusi ekonomi dengan Uni Soviet. Lambat laun, fokus diskusi beralih ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang terjadi selama ini.




Tahun 1985 menjadi saksi pertemuan pertama yang diadakan di Jenewa, Swiss. Pertemuan terakhir diadakan di Moskow, dimana Gorbachev dan George Bush menandatangi perjanjian pengawasan senjata. Akhirnya, Perang Dingin secara resmi dinyatakan berakhir pada tahun 1898.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sejatinya perang dingin yang terjadi antar dua negara besar disebabkan oleh beberapa faktor. Perang tersebut sebenarnya tidak pernah sekalipun mengalami konflik militer seperti perang pada umumnya. Namun lebih pada bentuk persaingan di berbagai bidang guna menunjukkan kepada dunia siapa yang terbaik. Dengan demikian, secara tidak langsung dunia akan menilai siapa yang paling cocok menjadi negara super power.

3.2 Saran

Dengan penjelasan mengenai sejarah perang dingin, diharapkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan segala hal positif dari peristiwa sejarah tersebut. Hal-hal negatif dari Perang Dingin sebaiknya dihindarkan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang

Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

Apa penyebab terjadinya Perang Dingin?
Negara mana sajakah yang terlibat dalam Perang Dingin?
Apa bentuk persaingan antar negara saat Perang Dingin?
Apa dampak dari terjadinya Perang Dingin bagi dunia?
Bagaimana akhir dari perang dingin?
1.3 Tujuan

Menjelaskan penyebab terjadinya Perang Dingin.
Menyebutkan negara-negara yang terlibat dalam Perang Dingin.
Menjelaskan bentuk persaingan antar negara sekaligus dampaknya bagi dunia.
Menjelaskan bagaimana berakhirnya Perang Dingin.
1.4 Manfaat

Adapun manfaat penulisnya makalah ini untuk mempermudah pemahaman serta memperluas wawasan pembaca mengenai sejarah terjadinya perang dingin.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sebab

2.1.1 Perbedaan ideologi

Setelah perang Amerika dan Uni Soviet untuk melawan Jerman berakhir, mereka mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Perbedaannya antara lain berkaitan dengan ideologi, yaitu Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalis sedang Uni Soviet dengan paham komunis. Akibatnya, dua negara dengan kekuasaan terbesar ini bersaing untuk memengaruhi negara-negara lain dengan menyebarkan ideologi yang mereka unggulkan.

Karena persaingan ideologi inilah dunia terbagi menjadi dua blok kekuasaan, yakni Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dikuasai oleh Amerika Serikat dengan paham liberal-kapitalisnya. Sedang Blok Timur dikuasai oleh Uni Soviet dengan paham komunisnya.

2.1.2 Perebutan dominasi kepemimpinan

Amerika dan Uni Soviet saat itu saling bersaing untuk menjadi pemimpin dunia. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya berusaha untuk memengaruhi negara-negara lain khususnya negara yang baru merdeka dengan memberi paket bantuan ekonomi. Amerika beranggapan bahwa negara-negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi sasaran pemasaran hasil industri. Rakyat yang makmur dijauhkan dari pengaruh social-komunis Karena kemiskinan akan menjadi lading subur bagi perkembangan ideologi social-komunis.

Uni Soviet sendiri dengan kekuatan ekonominya juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya. Pendekatan yang dilakukan Uni Soviet antara lain adalah paket bantuan ekonomi untuk memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara yang dirangkulnya,  Selain itu, pendekatan yang dilakukan Uni Soviet lainnya adalah dengan mengirim tenaga ahli dan peralatan militer untuk membantu suatu negara yang memperjuangkan kemerdekaannya.

2.2 Negara yang Terlibat

Perlu diketahui bahwa perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menimbulkan persaingan untuk saling merangkul sekutu sebanyak-banyaknya. Alhasil kedua negara tersebut membuat blok yang terdiri atas negara-negara yang mendukungnya. Terbentuklah Blok Barat dengan Amerika Serikat dan Blok Timur dengan Uni Soviet.

NATO atau North Atlantic Treaty Organization (Pakta Atlantik Utara) adalah organisasi pertahanan militer yang anggotanya terdiri atas negara-negara Blok Barat. NATO dibentuk pada 4 April 1949 oleh dua belas negara yang menandatangi berdirinya organisasi tersebut. Dua belas negara pendiri tersebut terdiri dari Amerika, Belanda, Belgia, Britania Raya, Denmark, Islandia, Italia, Kanada, Luksemburg, Norwegia, Prancis, dan Portugal. Bagi Blok Barat, NATO adalah bentuk pertahanan bersama. Jadi, bila terjadi penyerangan terhadap negara anggota NATO, maka itu dianggap sebagai serangan terhadap Blok Barat. Beberapa dekade kemudian, empat negara tergabung dalam organisasi NATO. Negara tersebut antara lain Yunani, Turki, Jerman (sebagai Jerman Barat) dan Spanyol

Uni Soviet sebagai komandan Blok Timur tidak ketinggalan untuk membentuk organisasi baru. Pada tahun 1955, negara-negara Blok Timur mendirikan Pakta Warsawa untuk menyaingi NATO. Pada kenyataannya konflik militer tidak pernah terjadi antara Blok Barat melalui NATO dan Blok Timur melalui Pakta Wasarwa. Adapun negara-negara anggota Blok Timur antara lain Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Romania, Albania, Mongolia, Kuba, Vietnam dan Korea Utara.

2.3 Bidang Persaingan dan Dampak

Dapat dipastikan bahwa suatu hal yang terjadi memiliki dampak baik secara individu atau yang lebih luas. Perang dingin yang didominasi oleh kekuatan Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki dampak-dampak bagi dunia sebagai berikut:

2.3.1 Bidang ekonomi
Rupanya dampak perang dingin memberikan dampak positif bagi perekonomian negara-negara di dunia. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian di dunia banyak dikuasai oleh para pemilik modal. Hal ini akan memberikan keuntungan yang lumayan besar terutama jika para pemilik modal menanamkan modalnya di negara-negara berkembang. Umumnya negara-negara berkembang mempekerjaan buruh dengan upah yang masih kecil. Bagi negara yang ditempati oleh para pemilik modal pun akan berdampak positif dengan semakin berkembang pesatnya perekonomian di negara tersebut.
Adapun dampak merugikan dari bidang ini adalah dengan berkembang pesatnya teknologi militer, Amerika dan Uni Soviet mengembangkan bom nuklir yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk perang. Rumor yang beredar adalah Uni Soviet sudah meletakkan banyak ranjau nuklir di Kuba dan sedang diarahkan ke Amerika. Di sini Amerika tidak tinggal diam. Negara tersebut menandatangani pembentukan NATO. NATO sendiri adalah organisasi pertahanan yang menyetujui bahwa ada negara anggotanya yang diserang, maka hal tersebut dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Mendengar kabar ini Uni Soviet menarik bom-bom nuklirnya dari Kuba.

2.3.2 Bidang militer

Karena adanya rasa iri antara negara-negara yang berseteru, maka mereka masing-masing mulai memperkuat persenjataan dan pertahanan mereka. Mereka tidak mau kalah dengan negara besar. Dengan persaingan seperti ini, akan semakin besar pula potensi yang masing-masing negara miliki untuk mengembangkan militer negaranya menjadi lebih unggul.

2.3.4 Bidang Sosial Budaya
Adanya isu-isu mengenai masalah HAM semakin lama semakin terdengar ke seluruh penjuru dunia. Mulai saat itu, hukum undang-undang dalam suatu negara mengenai HAM mulai dibuat. Masyarakat pun dengan kompak menyetujui peraturan mengenai HAM tersebut. Dari sini masyarakat akan semakin percaya bahwa semua manusia memiliki hak-hak yang harus terpenuhi dan tidak dengan menindas secara sembarangan.

2.3.5 Bidang Astronomi
Perang dingin rupanya juga memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ilmu astronomi, terutama mengenai isi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam mempelajari dan mengkaji ilmu astronomi. Tak dapat dipungkiri jika rasa gengsi membuat mereka berlomba-lomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Dengan ini tanpa disadari kedua negara tersebut sedang mengembangkan ilmu astronomi menjadi semakin baik.

2.4.6 Bidang Teknologi
Pada saat perang dingin, pemerintah menyorot lebih kepada perkembangan sains dan teknologi karena kedua hal tersebut berkaitan dengan jalannya militer, Karena itu pemerintah tidak segan-segan memberikan dana lebih untuk kemajuan sains dan teknologi di negaranya. Dari sinilah muncul para ilmuwan yang berusaha mengkaji dan mengembangan sains dan teknologi demi kemajuan negaranya.

2.4.7 Bidang Politik
Dampak politik dapat kita lihat dari negara Jerman. Pada saat perang dingin, negara Jerman terpisah menjadi dua, Jerman Barat dengan ibukota Bonn dan Jerman Timur dengan ibukota Berlin. Jerman Barat menganut paham liberal sedang Jerman Timur menganut paham komunis. Di sisi lain, Jerman Barat rupanya mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding Jerman Timur. Hal ini membuat orang-orang dari Jerman Timur sedikit demi sedikit pindah ke Jerman Barat. Uni Soviet yang mengetahui masalah tersebut langsung mendanai pembuatan tembok pembatas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.  Uni Soviet juga menyiagakan tentaranya untuk menembaki setiap orang dari Jerman Timur yang melewati tembok tersebut.

2.4 Akhir




Perang dingin berakhir dengan beberapa faktor sebagai berikut:

2.4.1 Gerakan Reformasi Mikhael Gorbachev
Ketika Gorbachev menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis pada tahun 1985, Gorbachev berusaha merenovasi Uni Soviet menjadi negara yang lebih demokratis. Dia juga menandatangani beberapa perjanjian internasional dimana perjanjian itu secara harfiah mengakhiri perang dingin. Hal ini ditebus dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi enam belas negara yang berbeda.

2.4.2 Kegagalan Ekonomi Rusia

Harga minyak mengalami penurunan pada tahun 1980-an yang secara drastic memengaruhi pendapatan Uni Soviet pada saat itu. Selain itu, perlombaan senjata dengan Amerika Serikat membuat Uni Soviet semakin mengalami kesulitan terutama dalam bidang ekonomi. Hal ini menyebabkan banyaknya tuntutan reformasi liberan yang akhirnya tidak tertangani oleh baik sehingga muncul gerakan-gerakan yang akhirnya menghancurkan Uni Soviet.

2.4.3    Perang di Afganistan

Antara tahun 1979 hingga 1989, Uni Soviet membantu Republik Demokratik Afghanistan untuk melawan Mujahidin Afghanistan dan penyusup lainnya. Akhirnya, Amerika Serikat juga terlibat dalam perang ini dengan tujuan utama yaitu mengalahkan Uni Soviet. Karena biaya perang, kerugian ekonomi dan hilangnya nyawa selama sembilan tahun perang, masyarakat Uni Soviet mendesak pemerintah untuk segera menghentikan perang.

2.4.4    Komunikasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Membaik

Hubungan Amerika Serikat dengan Uni Soviet mulai mencair yang I ditandai dengan banyak pembicaraan yang melibatkan kedua negara tersebut. Ronald Reagan, presiden Amerika Serikat saat itu sepakat mengadakan beberapa diskusi ekonomi dengan Uni Soviet. Lambat laun, fokus diskusi beralih ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang terjadi selama ini.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perang dingin adalah sebuah era dimana terjadi konflik, ketegangan dan kompetisi antara dunia negara adidaya, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perang tersebut terjadi antara tahun 1947 – 1991.  Awalnya Amerika Serikat dan Uni Soviet dulunya bersekutu melawan Jerman saat Perang Dunia II. Namun setelah perang berakhir, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Pertentangan demi pertentangan yang terjadi antar dua negara tersebut menimbulkan persaingan. Persaingan antar keduanya menyangkut berbagai bidang seperti bidang ekonomi, politik, koalisi militer, industri, pengembangan teknologi, pertahanan, persenjataan, dan lain-lain. Dikabarkan bahwa perang dingin ini akan berakhir dengan nuklir namun nyatanya tidak terjadi. Istilah ‘perang dingin’ itu sendiri diperkenalkan oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman asal Amerika Serikat pada tahun 1947 untuk menggambarkan ketegangan yang terjadi antara dua negara adidaya tersebut. Walau disebut perang, belum pernah terjadi  konflik terbuka antara kedua negara yang bertikai.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

Apa penyebab terjadinya Perang Dingin?
Negara mana sajakah yang terlibat dalam Perang Dingin?
Apa bentuk persaingan antar negara saat Perang Dingin?
Apa dampak dari terjadinya Perang Dingin bagi dunia?
Bagaimana akhir dari perang dingin?
1.3 Tujuan

Menjelaskan penyebab terjadinya Perang Dingin.
Menyebutkan negara-negara yang terlibat dalam Perang Dingin.
Menjelaskan bentuk persaingan antar negara sekaligus dampaknya bagi dunia.
Menjelaskan bagaimana berakhirnya Perang Dingin.
1.4 Manfaat

Adapun manfaat penulisnya makalah ini untuk mempermudah pemahaman serta memperluas wawasan pembaca mengenai sejarah terjadinya perang dingin.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sebab

2.1.1 Perbedaan ideologi

Setelah perang Amerika dan Uni Soviet untuk melawan Jerman berakhir, mereka mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Perbedaannya antara lain berkaitan dengan ideologi, yaitu Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalis sedang Uni Soviet dengan paham komunis. Akibatnya, dua negara dengan kekuasaan terbesar ini bersaing untuk memengaruhi negara-negara lain dengan menyebarkan ideologi yang mereka unggulkan.

Karena persaingan ideologi inilah dunia terbagi menjadi dua blok kekuasaan, yakni Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dikuasai oleh Amerika Serikat dengan paham liberal-kapitalisnya. Sedang Blok Timur dikuasai oleh Uni Soviet dengan paham komunisnya.

2.1.2 Perebutan dominasi kepemimpinan

Amerika dan Uni Soviet saat itu saling bersaing untuk menjadi pemimpin dunia. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya berusaha untuk memengaruhi negara-negara lain khususnya negara yang baru merdeka dengan memberi paket bantuan ekonomi. Amerika beranggapan bahwa negara-negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi sasaran pemasaran hasil industri. Rakyat yang makmur dijauhkan dari pengaruh social-komunis Karena kemiskinan akan menjadi lading subur bagi perkembangan ideologi social-komunis.

Uni Soviet sendiri dengan kekuatan ekonominya juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya. Pendekatan yang dilakukan Uni Soviet antara lain adalah paket bantuan ekonomi untuk memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara yang dirangkulnya,  Selain itu, pendekatan yang dilakukan Uni Soviet lainnya adalah dengan mengirim tenaga ahli dan peralatan militer untuk membantu suatu negara yang memperjuangkan kemerdekaannya.

2.2 Negara yang Terlibat

Perlu diketahui bahwa perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menimbulkan persaingan untuk saling merangkul sekutu sebanyak-banyaknya. Alhasil kedua negara tersebut membuat blok yang terdiri atas negara-negara yang mendukungnya. Terbentuklah Blok Barat dengan Amerika Serikat dan Blok Timur dengan Uni Soviet.

NATO atau North Atlantic Treaty Organization (Pakta Atlantik Utara) adalah organisasi pertahanan militer yang anggotanya terdiri atas negara-negara Blok Barat. NATO dibentuk pada 4 April 1949 oleh dua belas negara yang menandatangi berdirinya organisasi tersebut. Dua belas negara pendiri tersebut terdiri dari Amerika, Belanda, Belgia, Britania Raya, Denmark, Islandia, Italia, Kanada, Luksemburg, Norwegia, Prancis, dan Portugal. Bagi Blok Barat, NATO adalah bentuk pertahanan bersama. Jadi, bila terjadi penyerangan terhadap negara anggota NATO, maka itu dianggap sebagai serangan terhadap Blok Barat. Beberapa dekade kemudian, empat negara tergabung dalam organisasi NATO. Negara tersebut antara lain Yunani, Turki, Jerman (sebagai Jerman Barat) dan Spanyol

Uni Soviet sebagai komandan Blok Timur tidak ketinggalan untuk membentuk organisasi baru. Pada tahun 1955, negara-negara Blok Timur mendirikan Pakta Warsawa untuk menyaingi NATO. Pada kenyataannya konflik militer tidak pernah terjadi antara Blok Barat melalui NATO dan Blok Timur melalui Pakta Wasarwa. Adapun negara-negara anggota Blok Timur antara lain Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Romania, Albania, Mongolia, Kuba, Vietnam dan Korea Utara.

2.3 Bidang Persaingan dan Dampak

Dapat dipastikan bahwa suatu hal yang terjadi memiliki dampak baik secara individu atau yang lebih luas. Perang dingin yang didominasi oleh kekuatan Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki dampak-dampak bagi dunia sebagai berikut:

2.3.1 Bidang ekonomi
Rupanya dampak perang dingin memberikan dampak positif bagi perekonomian negara-negara di dunia. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian di dunia banyak dikuasai oleh para pemilik modal. Hal ini akan memberikan keuntungan yang lumayan besar terutama jika para pemilik modal menanamkan modalnya di negara-negara berkembang. Umumnya negara-negara berkembang mempekerjaan buruh dengan upah yang masih kecil. Bagi negara yang ditempati oleh para pemilik modal pun akan berdampak positif dengan semakin berkembang pesatnya perekonomian di negara tersebut.
Adapun dampak merugikan dari bidang ini adalah dengan berkembang pesatnya teknologi militer, Amerika dan Uni Soviet mengembangkan bom nuklir yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk perang. Rumor yang beredar adalah Uni Soviet sudah meletakkan banyak ranjau nuklir di Kuba dan sedang diarahkan ke Amerika. Di sini Amerika tidak tinggal diam. Negara tersebut menandatangani pembentukan NATO. NATO sendiri adalah organisasi pertahanan yang menyetujui bahwa ada negara anggotanya yang diserang, maka hal tersebut dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Mendengar kabar ini Uni Soviet menarik bom-bom nuklirnya dari Kuba.

2.3.2 Bidang militer

Karena adanya rasa iri antara negara-negara yang berseteru, maka mereka masing-masing mulai memperkuat persenjataan dan pertahanan mereka. Mereka tidak mau kalah dengan negara besar. Dengan persaingan seperti ini, akan semakin besar pula potensi yang masing-masing negara miliki untuk mengembangkan militer negaranya menjadi lebih unggul.

2.3.4 Bidang Sosial Budaya
Adanya isu-isu mengenai masalah HAM semakin lama semakin terdengar ke seluruh penjuru dunia. Mulai saat itu, hukum undang-undang dalam suatu negara mengenai HAM mulai dibuat. Masyarakat pun dengan kompak menyetujui peraturan mengenai HAM tersebut. Dari sini masyarakat akan semakin percaya bahwa semua manusia memiliki hak-hak yang harus terpenuhi dan tidak dengan menindas secara sembarangan.

2.3.5 Bidang Astronomi
Perang dingin rupanya juga memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ilmu astronomi, terutama mengenai isi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam mempelajari dan mengkaji ilmu astronomi. Tak dapat dipungkiri jika rasa gengsi membuat mereka berlomba-lomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Dengan ini tanpa disadari kedua negara tersebut sedang mengembangkan ilmu astronomi menjadi semakin baik.

2.4.6 Bidang Teknologi
Pada saat perang dingin, pemerintah menyorot lebih kepada perkembangan sains dan teknologi karena kedua hal tersebut berkaitan dengan jalannya militer, Karena itu pemerintah tidak segan-segan memberikan dana lebih untuk kemajuan sains dan teknologi di negaranya. Dari sinilah muncul para ilmuwan yang berusaha mengkaji dan mengembangan sains dan teknologi demi kemajuan negaranya.

2.4.7 Bidang Politik
Dampak politik dapat kita lihat dari negara Jerman. Pada saat perang dingin, negara Jerman terpisah menjadi dua, Jerman Barat dengan ibukota Bonn dan Jerman Timur dengan ibukota Berlin. Jerman Barat menganut paham liberal sedang Jerman Timur menganut paham komunis. Di sisi lain, Jerman Barat rupanya mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding Jerman Timur. Hal ini membuat orang-orang dari Jerman Timur sedikit demi sedikit pindah ke Jerman Barat. Uni Soviet yang mengetahui masalah tersebut langsung mendanai pembuatan tembok pembatas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.  Uni Soviet juga menyiagakan tentaranya untuk menembaki setiap orang dari Jerman Timur yang melewati tembok tersebut.

2.4 Akhir




Perang dingin berakhir dengan beberapa faktor sebagai berikut:

2.4.1 Gerakan Reformasi Mikhael Gorbachev
Ketika Gorbachev menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis pada tahun 1985, Gorbachev berusaha merenovasi Uni Soviet menjadi negara yang lebih demokratis. Dia juga menandatangani beberapa perjanjian internasional dimana perjanjian itu secara harfiah mengakhiri perang dingin. Hal ini ditebus dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi enam belas negara yang berbeda.

2.4.2 Kegagalan Ekonomi Rusia

Harga minyak mengalami penurunan pada tahun 1980-an yang secara drastic memengaruhi pendapatan Uni Soviet pada saat itu. Selain itu, perlombaan senjata dengan Amerika Serikat membuat Uni Soviet semakin mengalami kesulitan terutama dalam bidang ekonomi. Hal ini menyebabkan banyaknya tuntutan reformasi liberan yang akhirnya tidak tertangani oleh baik sehingga muncul gerakan-gerakan yang akhirnya menghancurkan Uni Soviet.

2.4.3    Perang di Afganistan

Antara tahun 1979 hingga 1989, Uni Soviet membantu Republik Demokratik Afghanistan untuk melawan Mujahidin Afghanistan dan penyusup lainnya. Akhirnya, Amerika Serikat juga terlibat dalam perang ini dengan tujuan utama yaitu mengalahkan Uni Soviet. Karena biaya perang, kerugian ekonomi dan hilangnya nyawa selama sembilan tahun perang, masyarakat Uni Soviet mendesak pemerintah untuk segera menghentikan perang.

2.4.4    Komunikasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Membaik

Hubungan Amerika Serikat dengan Uni Soviet mulai mencair yang I ditandai dengan banyak pembicaraan yang melibatkan kedua negara tersebut. Ronald Reagan, presiden Amerika Serikat saat itu sepakat mengadakan beberapa diskusi ekonomi dengan Uni Soviet. Lambat laun, fokus diskusi beralih ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang terjadi selama ini.




Tahun 1985 menjadi saksi pertemuan pertama yang diadakan di Jenewa, Swiss. Pertemuan terakhir diadakan di Moskow, dimana Gorbachev dan George Bush menandatangi perjanjian pengawasan senjata. Akhirnya, Perang Dingin secara resmi dinyatakan berakhir pada tahun 1898.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sejatinya perang dingin yang terjadi antar dua negara besar disebabkan oleh beberapa faktor. Perang tersebut sebenarnya tidak pernah sekalipun mengalami konflik militer seperti perang pada umumnya. Namun lebih pada bentuk persaingan di berbagai bidang guna menunjukkan kepada dunia siapa yang terbaik. Dengan demikian, secara tidak langsung dunia akan menilai siapa yang paling cocok menjadi negara super power.

3.2 Saran

Dengan penjelasan mengenai sejarah perang dingin, diharapkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan segala hal positif dari peristiwa sejarah tersebut. Hal-hal negatif dari Perang Dingin sebaiknya dihindarkan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang

Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

Apa penyebab terjadinya Perang Dingin?
Negara mana sajakah yang terlibat dalam Perang Dingin?
Apa bentuk persaingan antar negara saat Perang Dingin?
Apa dampak dari terjadinya Perang Dingin bagi dunia?
Bagaimana akhir dari perang dingin?
1.3 Tujuan

Menjelaskan penyebab terjadinya Perang Dingin.
Menyebutkan negara-negara yang terlibat dalam Perang Dingin.
Menjelaskan bentuk persaingan antar negara sekaligus dampaknya bagi dunia.
Menjelaskan bagaimana berakhirnya Perang Dingin.
1.4 Manfaat

Adapun manfaat penulisnya makalah ini untuk mempermudah pemahaman serta memperluas wawasan pembaca mengenai sejarah terjadinya perang dingin.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sebab

2.1.1 Perbedaan ideologi

Setelah perang Amerika dan Uni Soviet untuk melawan Jerman berakhir, mereka mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Perbedaannya antara lain berkaitan dengan ideologi, yaitu Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalis sedang Uni Soviet dengan paham komunis. Akibatnya, dua negara dengan kekuasaan terbesar ini bersaing untuk memengaruhi negara-negara lain dengan menyebarkan ideologi yang mereka unggulkan.

Karena persaingan ideologi inilah dunia terbagi menjadi dua blok kekuasaan, yakni Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dikuasai oleh Amerika Serikat dengan paham liberal-kapitalisnya. Sedang Blok Timur dikuasai oleh Uni Soviet dengan paham komunisnya.

2.1.2 Perebutan dominasi kepemimpinan

Amerika dan Uni Soviet saat itu saling bersaing untuk menjadi pemimpin dunia. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya berusaha untuk memengaruhi negara-negara lain khususnya negara yang baru merdeka dengan memberi paket bantuan ekonomi. Amerika beranggapan bahwa negara-negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi sasaran pemasaran hasil industri. Rakyat yang makmur dijauhkan dari pengaruh social-komunis Karena kemiskinan akan menjadi lading subur bagi perkembangan ideologi social-komunis.

Uni Soviet sendiri dengan kekuatan ekonominya juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya. Pendekatan yang dilakukan Uni Soviet antara lain adalah paket bantuan ekonomi untuk memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara yang dirangkulnya,  Selain itu, pendekatan yang dilakukan Uni Soviet lainnya adalah dengan mengirim tenaga ahli dan peralatan militer untuk membantu suatu negara yang memperjuangkan kemerdekaannya.

2.2 Negara yang Terlibat

Perlu diketahui bahwa perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menimbulkan persaingan untuk saling merangkul sekutu sebanyak-banyaknya. Alhasil kedua negara tersebut membuat blok yang terdiri atas negara-negara yang mendukungnya. Terbentuklah Blok Barat dengan Amerika Serikat dan Blok Timur dengan Uni Soviet.

NATO atau North Atlantic Treaty Organization (Pakta Atlantik Utara) adalah organisasi pertahanan militer yang anggotanya terdiri atas negara-negara Blok Barat. NATO dibentuk pada 4 April 1949 oleh dua belas negara yang menandatangi berdirinya organisasi tersebut. Dua belas negara pendiri tersebut terdiri dari Amerika, Belanda, Belgia, Britania Raya, Denmark, Islandia, Italia, Kanada, Luksemburg, Norwegia, Prancis, dan Portugal. Bagi Blok Barat, NATO adalah bentuk pertahanan bersama. Jadi, bila terjadi penyerangan terhadap negara anggota NATO, maka itu dianggap sebagai serangan terhadap Blok Barat. Beberapa dekade kemudian, empat negara tergabung dalam organisasi NATO. Negara tersebut antara lain Yunani, Turki, Jerman (sebagai Jerman Barat) dan Spanyol

Uni Soviet sebagai komandan Blok Timur tidak ketinggalan untuk membentuk organisasi baru. Pada tahun 1955, negara-negara Blok Timur mendirikan Pakta Warsawa untuk menyaingi NATO. Pada kenyataannya konflik militer tidak pernah terjadi antara Blok Barat melalui NATO dan Blok Timur melalui Pakta Wasarwa. Adapun negara-negara anggota Blok Timur antara lain Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Romania, Albania, Mongolia, Kuba, Vietnam dan Korea Utara.

2.3 Bidang Persaingan dan Dampak

Dapat dipastikan bahwa suatu hal yang terjadi memiliki dampak baik secara individu atau yang lebih luas. Perang dingin yang didominasi oleh kekuatan Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki dampak-dampak bagi dunia sebagai berikut:

2.3.1 Bidang ekonomi
Rupanya dampak perang dingin memberikan dampak positif bagi perekonomian negara-negara di dunia. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian di dunia banyak dikuasai oleh para pemilik modal. Hal ini akan memberikan keuntungan yang lumayan besar terutama jika para pemilik modal menanamkan modalnya di negara-negara berkembang. Umumnya negara-negara berkembang mempekerjaan buruh dengan upah yang masih kecil. Bagi negara yang ditempati oleh para pemilik modal pun akan berdampak positif dengan semakin berkembang pesatnya perekonomian di negara tersebut.
Adapun dampak merugikan dari bidang ini adalah dengan berkembang pesatnya teknologi militer, Amerika dan Uni Soviet mengembangkan bom nuklir yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk perang. Rumor yang beredar adalah Uni Soviet sudah meletakkan banyak ranjau nuklir di Kuba dan sedang diarahkan ke Amerika. Di sini Amerika tidak tinggal diam. Negara tersebut menandatangani pembentukan NATO. NATO sendiri adalah organisasi pertahanan yang menyetujui bahwa ada negara anggotanya yang diserang, maka hal tersebut dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Mendengar kabar ini Uni Soviet menarik bom-bom nuklirnya dari Kuba.

2.3.2 Bidang militer

Karena adanya rasa iri antara negara-negara yang berseteru, maka mereka masing-masing mulai memperkuat persenjataan dan pertahanan mereka. Mereka tidak mau kalah dengan negara besar. Dengan persaingan seperti ini, akan semakin besar pula potensi yang masing-masing negara miliki untuk mengembangkan militer negaranya menjadi lebih unggul.

2.3.4 Bidang Sosial Budaya
Adanya isu-isu mengenai masalah HAM semakin lama semakin terdengar ke seluruh penjuru dunia. Mulai saat itu, hukum undang-undang dalam suatu negara mengenai HAM mulai dibuat. Masyarakat pun dengan kompak menyetujui peraturan mengenai HAM tersebut. Dari sini masyarakat akan semakin percaya bahwa semua manusia memiliki hak-hak yang harus terpenuhi dan tidak dengan menindas secara sembarangan.

2.3.5 Bidang Astronomi
Perang dingin rupanya juga memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ilmu astronomi, terutama mengenai isi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam mempelajari dan mengkaji ilmu astronomi. Tak dapat dipungkiri jika rasa gengsi membuat mereka berlomba-lomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Dengan ini tanpa disadari kedua negara tersebut sedang mengembangkan ilmu astronomi menjadi semakin baik.

2.4.6 Bidang Teknologi
Pada saat perang dingin, pemerintah menyorot lebih kepada perkembangan sains dan teknologi karena kedua hal tersebut berkaitan dengan jalannya militer, Karena itu pemerintah tidak segan-segan memberikan dana lebih untuk kemajuan sains dan teknologi di negaranya. Dari sinilah muncul para ilmuwan yang berusaha mengkaji dan mengembangan sains dan teknologi demi kemajuan negaranya.

2.4.7 Bidang Politik
Dampak politik dapat kita lihat dari negara Jerman. Pada saat perang dingin, negara Jerman terpisah menjadi dua, Jerman Barat dengan ibukota Bonn dan Jerman Timur dengan ibukota Berlin. Jerman Barat menganut paham liberal sedang Jerman Timur menganut paham komunis. Di sisi lain, Jerman Barat rupanya mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding Jerman Timur. Hal ini membuat orang-orang dari Jerman Timur sedikit demi sedikit pindah ke Jerman Barat. Uni Soviet yang mengetahui masalah tersebut langsung mendanai pembuatan tembok pembatas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.  Uni Soviet juga menyiagakan tentaranya untuk menembaki setiap orang dari Jerman Timur yang melewati tembok tersebut.

2.4 Akhir




Perang dingin berakhir dengan beberapa faktor sebagai berikut:

2.4.1 Gerakan Reformasi Mikhael Gorbachev
Ketika Gorbachev menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis pada tahun 1985, Gorbachev berusaha merenovasi Uni Soviet menjadi negara yang lebih demokratis. Dia juga menandatangani beberapa perjanjian internasional dimana perjanjian itu secara harfiah mengakhiri perang dingin. Hal ini ditebus dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi enam belas negara yang berbeda.

2.4.2 Kegagalan Ekonomi Rusia

Harga minyak mengalami penurunan pada tahun 1980-an yang secara drastic memengaruhi pendapatan Uni Soviet pada saat itu. Selain itu, perlombaan senjata dengan Amerika Serikat membuat Uni Soviet semakin mengalami kesulitan terutama dalam bidang ekonomi. Hal ini menyebabkan banyaknya tuntutan reformasi liberan yang akhirnya tidak tertangani oleh baik sehingga muncul gerakan-gerakan yang akhirnya menghancurkan Uni Soviet.

2.4.3    Perang di Afganistan

Antara tahun 1979 hingga 1989, Uni Soviet membantu Republik Demokratik Afghanistan untuk melawan Mujahidin Afghanistan dan penyusup lainnya. Akhirnya, Amerika Serikat juga terlibat dalam perang ini dengan tujuan utama yaitu mengalahkan Uni Soviet. Karena biaya perang, kerugian ekonomi dan hilangnya nyawa selama sembilan tahun perang, masyarakat Uni Soviet mendesak pemerintah untuk segera menghentikan perang.

2.4.4    Komunikasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Membaik

Hubungan Amerika Serikat dengan Uni Soviet mulai mencair yang I ditandai dengan banyak pembicaraan yang melibatkan kedua negara tersebut. Ronald Reagan, presiden Amerika Serikat saat itu sepakat mengadakan beberapa diskusi ekonomi dengan Uni Soviet. Lambat laun, fokus diskusi beralih ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang terjadi selama ini.




Tahun 1985 menjadi saksi pertemuan pertama yang diadakan di Jenewa, Swiss. Pertemuan terakhir diadakan di Moskow, dimana Gorbachev dan George Bush menandatangi perjanjian pengawasan senjata. Akhirnya, Perang Dingin secara resmi dinyatakan berakhir pada tahun 1898.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sejatinya perang dingin yang terjadi antar dua negara besar disebabkan oleh beberapa faktor. Perang tersebut sebenarnya tidak pernah sekalipun mengalami konflik militer seperti perang pada umumnya. Namun lebih pada bentuk persaingan di berbagai bidang guna menunjukkan kepada dunia siapa yang terbaik. Dengan demikian, secara tidak langsung dunia akan menilai siapa yang paling cocok menjadi negara super power.

3.2 Saran

Dengan penjelasan mengenai sejarah perang dingin, diharapkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan segala hal positif dari peristiwa sejarah tersebut. Hal-hal negatif dari Perang Dingin sebaiknya dihindarkan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang


Tahun 1985 menjadi saksi pertemuan pertama yang diadakan di Jenewa, Swiss. Pertemuan terakhir diadakan di Moskow, dimana Gorbachev dan George Bush menandatangi perjanjian pengawasan senjata. Akhirnya, Perang Dingin secara resmi dinyatakan berakhir pada tahun 1898.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sejatinya perang dingin yang terjadi antar dua negara besar disebabkan oleh beberapa faktor. Perang tersebut sebenarnya tidak pernah sekalipun mengalami konflik militer seperti perang pada umumnya. Namun lebih pada bentuk persaingan di berbagai bidang guna menunjukkan kepada dunia siapa yang terbaik. Dengan demikian, secara tidak langsung dunia akan menilai siapa yang paling cocok menjadi negara super power.

3.2 Saran

Dengan penjelasan mengenai sejarah perang dingin, diharapkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan segala hal positif dari peristiwa sejarah tersebut. Hal-hal negatif dari Perang Dingin sebaiknya dihindarkan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home