BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perang dingin adalah sebuah era dimana terjadi konflik, ketegangan dan kompetisi antara dunia negara adidaya, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perang tersebut terjadi antara tahun 1947 – 1991.  Awalnya Amerika Serikat dan Uni Soviet dulunya bersekutu melawan Jerman saat Perang Dunia II. Namun setelah perang berakhir, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Pertentangan demi pertentangan yang terjadi antar dua negara tersebut menimbulkan persaingan. Persaingan antar keduanya menyangkut berbagai bidang seperti bidang ekonomi, politik, koalisi militer, industri, pengembangan teknologi, pertahanan, persenjataan, dan lain-lain. Dikabarkan bahwa perang dingin ini akan berakhir dengan nuklir namun nyatanya tidak terjadi. Istilah ‘perang dingin’ itu sendiri diperkenalkan oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman asal Amerika Serikat pada tahun 1947 untuk menggambarkan ketegangan yang terjadi antara dua negara adidaya tersebut. Walau disebut perang, belum pernah terjadi  konflik terbuka antara kedua negara yang bertikai.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

Apa penyebab terjadinya Perang Dingin?
Negara mana sajakah yang terlibat dalam Perang Dingin?
Apa bentuk persaingan antar negara saat Perang Dingin?
Apa dampak dari terjadinya Perang Dingin bagi dunia?
Bagaimana akhir dari perang dingin?
1.3 Tujuan

Menjelaskan penyebab terjadinya Perang Dingin.
Menyebutkan negara-negara yang terlibat dalam Perang Dingin.
Menjelaskan bentuk persaingan antar negara sekaligus dampaknya bagi dunia.
Menjelaskan bagaimana berakhirnya Perang Dingin.
1.4 Manfaat

Adapun manfaat penulisnya makalah ini untuk mempermudah pemahaman serta memperluas wawasan pembaca mengenai sejarah terjadinya perang dingin.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sebab

2.1.1 Perbedaan ideologi

Setelah perang Amerika dan Uni Soviet untuk melawan Jerman berakhir, mereka mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Perbedaannya antara lain berkaitan dengan ideologi, yaitu Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalis sedang Uni Soviet dengan paham komunis. Akibatnya, dua negara dengan kekuasaan terbesar ini bersaing untuk memengaruhi negara-negara lain dengan menyebarkan ideologi yang mereka unggulkan.

Karena persaingan ideologi inilah dunia terbagi menjadi dua blok kekuasaan, yakni Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dikuasai oleh Amerika Serikat dengan paham liberal-kapitalisnya. Sedang Blok Timur dikuasai oleh Uni Soviet dengan paham komunisnya.

2.1.2 Perebutan dominasi kepemimpinan

Amerika dan Uni Soviet saat itu saling bersaing untuk menjadi pemimpin dunia. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya berusaha untuk memengaruhi negara-negara lain khususnya negara yang baru merdeka dengan memberi paket bantuan ekonomi. Amerika beranggapan bahwa negara-negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi sasaran pemasaran hasil industri. Rakyat yang makmur dijauhkan dari pengaruh social-komunis Karena kemiskinan akan menjadi lading subur bagi perkembangan ideologi social-komunis.

Uni Soviet sendiri dengan kekuatan ekonominya juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya. Pendekatan yang dilakukan Uni Soviet antara lain adalah paket bantuan ekonomi untuk memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara yang dirangkulnya,  Selain itu, pendekatan yang dilakukan Uni Soviet lainnya adalah dengan mengirim tenaga ahli dan peralatan militer untuk membantu suatu negara yang memperjuangkan kemerdekaannya.

2.2 Negara yang Terlibat

Perlu diketahui bahwa perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menimbulkan persaingan untuk saling merangkul sekutu sebanyak-banyaknya. Alhasil kedua negara tersebut membuat blok yang terdiri atas negara-negara yang mendukungnya. Terbentuklah Blok Barat dengan Amerika Serikat dan Blok Timur dengan Uni Soviet.

NATO atau North Atlantic Treaty Organization (Pakta Atlantik Utara) adalah organisasi pertahanan militer yang anggotanya terdiri atas negara-negara Blok Barat. NATO dibentuk pada 4 April 1949 oleh dua belas negara yang menandatangi berdirinya organisasi tersebut. Dua belas negara pendiri tersebut terdiri dari Amerika, Belanda, Belgia, Britania Raya, Denmark, Islandia, Italia, Kanada, Luksemburg, Norwegia, Prancis, dan Portugal. Bagi Blok Barat, NATO adalah bentuk pertahanan bersama. Jadi, bila terjadi penyerangan terhadap negara anggota NATO, maka itu dianggap sebagai serangan terhadap Blok Barat. Beberapa dekade kemudian, empat negara tergabung dalam organisasi NATO. Negara tersebut antara lain Yunani, Turki, Jerman (sebagai Jerman Barat) dan Spanyol

Uni Soviet sebagai komandan Blok Timur tidak ketinggalan untuk membentuk organisasi baru. Pada tahun 1955, negara-negara Blok Timur mendirikan Pakta Warsawa untuk menyaingi NATO. Pada kenyataannya konflik militer tidak pernah terjadi antara Blok Barat melalui NATO dan Blok Timur melalui Pakta Wasarwa. Adapun negara-negara anggota Blok Timur antara lain Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Romania, Albania, Mongolia, Kuba, Vietnam dan Korea Utara.

2.3 Bidang Persaingan dan Dampak

Dapat dipastikan bahwa suatu hal yang terjadi memiliki dampak baik secara individu atau yang lebih luas. Perang dingin yang didominasi oleh kekuatan Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki dampak-dampak bagi dunia sebagai berikut:

2.3.1 Bidang ekonomi
Rupanya dampak perang dingin memberikan dampak positif bagi perekonomian negara-negara di dunia. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian di dunia banyak dikuasai oleh para pemilik modal. Hal ini akan memberikan keuntungan yang lumayan besar terutama jika para pemilik modal menanamkan modalnya di negara-negara berkembang. Umumnya negara-negara berkembang mempekerjaan buruh dengan upah yang masih kecil. Bagi negara yang ditempati oleh para pemilik modal pun akan berdampak positif dengan semakin berkembang pesatnya perekonomian di negara tersebut.
Adapun dampak merugikan dari bidang ini adalah dengan berkembang pesatnya teknologi militer, Amerika dan Uni Soviet mengembangkan bom nuklir yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk perang. Rumor yang beredar adalah Uni Soviet sudah meletakkan banyak ranjau nuklir di Kuba dan sedang diarahkan ke Amerika. Di sini Amerika tidak tinggal diam. Negara tersebut menandatangani pembentukan NATO. NATO sendiri adalah organisasi pertahanan yang menyetujui bahwa ada negara anggotanya yang diserang, maka hal tersebut dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Mendengar kabar ini Uni Soviet menarik bom-bom nuklirnya dari Kuba.

2.3.2 Bidang militer

Karena adanya rasa iri antara negara-negara yang berseteru, maka mereka masing-masing mulai memperkuat persenjataan dan pertahanan mereka. Mereka tidak mau kalah dengan negara besar. Dengan persaingan seperti ini, akan semakin besar pula potensi yang masing-masing negara miliki untuk mengembangkan militer negaranya menjadi lebih unggul.

2.3.4 Bidang Sosial Budaya
Adanya isu-isu mengenai masalah HAM semakin lama semakin terdengar ke seluruh penjuru dunia. Mulai saat itu, hukum undang-undang dalam suatu negara mengenai HAM mulai dibuat. Masyarakat pun dengan kompak menyetujui peraturan mengenai HAM tersebut. Dari sini masyarakat akan semakin percaya bahwa semua manusia memiliki hak-hak yang harus terpenuhi dan tidak dengan menindas secara sembarangan.

2.3.5 Bidang Astronomi
Perang dingin rupanya juga memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ilmu astronomi, terutama mengenai isi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam mempelajari dan mengkaji ilmu astronomi. Tak dapat dipungkiri jika rasa gengsi membuat mereka berlomba-lomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Dengan ini tanpa disadari kedua negara tersebut sedang mengembangkan ilmu astronomi menjadi semakin baik.

2.4.6 Bidang Teknologi
Pada saat perang dingin, pemerintah menyorot lebih kepada perkembangan sains dan teknologi karena kedua hal tersebut berkaitan dengan jalannya militer, Karena itu pemerintah tidak segan-segan memberikan dana lebih untuk kemajuan sains dan teknologi di negaranya. Dari sinilah muncul para ilmuwan yang berusaha mengkaji dan mengembangan sains dan teknologi demi kemajuan negaranya.

2.4.7 Bidang Politik
Dampak politik dapat kita lihat dari negara Jerman. Pada saat perang dingin, negara Jerman terpisah menjadi dua, Jerman Barat dengan ibukota Bonn dan Jerman Timur dengan ibukota Berlin. Jerman Barat menganut paham liberal sedang Jerman Timur menganut paham komunis. Di sisi lain, Jerman Barat rupanya mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding Jerman Timur. Hal ini membuat orang-orang dari Jerman Timur sedikit demi sedikit pindah ke Jerman Barat. Uni Soviet yang mengetahui masalah tersebut langsung mendanai pembuatan tembok pembatas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.  Uni Soviet juga menyiagakan tentaranya untuk menembaki setiap orang dari Jerman Timur yang melewati tembok tersebut.

2.4 Akhir




Perang dingin berakhir dengan beberapa faktor sebagai berikut:

2.4.1 Gerakan Reformasi Mikhael Gorbachev
Ketika Gorbachev menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis pada tahun 1985, Gorbachev berusaha merenovasi Uni Soviet menjadi negara yang lebih demokratis. Dia juga menandatangani beberapa perjanjian internasional dimana perjanjian itu secara harfiah mengakhiri perang dingin. Hal ini ditebus dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi enam belas negara yang berbeda.

2.4.2 Kegagalan Ekonomi Rusia

Harga minyak mengalami penurunan pada tahun 1980-an yang secara drastic memengaruhi pendapatan Uni Soviet pada saat itu. Selain itu, perlombaan senjata dengan Amerika Serikat membuat Uni Soviet semakin mengalami kesulitan terutama dalam bidang ekonomi. Hal ini menyebabkan banyaknya tuntutan reformasi liberan yang akhirnya tidak tertangani oleh baik sehingga muncul gerakan-gerakan yang akhirnya menghancurkan Uni Soviet.

2.4.3    Perang di Afganistan

Antara tahun 1979 hingga 1989, Uni Soviet membantu Republik Demokratik Afghanistan untuk melawan Mujahidin Afghanistan dan penyusup lainnya. Akhirnya, Amerika Serikat juga terlibat dalam perang ini dengan tujuan utama yaitu mengalahkan Uni Soviet. Karena biaya perang, kerugian ekonomi dan hilangnya nyawa selama sembilan tahun perang, masyarakat Uni Soviet mendesak pemerintah untuk segera menghentikan perang.

2.4.4    Komunikasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Membaik

Hubungan Amerika Serikat dengan Uni Soviet mulai mencair yang I ditandai dengan banyak pembicaraan yang melibatkan kedua negara tersebut. Ronald Reagan, presiden Amerika Serikat saat itu sepakat mengadakan beberapa diskusi ekonomi dengan Uni Soviet. Lambat laun, fokus diskusi beralih ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang terjadi selama ini.




Tahun 1985 menjadi saksi pertemuan pertama yang diadakan di Jenewa, Swiss. Pertemuan terakhir diadakan di Moskow, dimana Gorbachev dan George Bush menandatangi perjanjian pengawasan senjata. Akhirnya, Perang Dingin secara resmi dinyatakan berakhir pada tahun 1898.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sejatinya perang dingin yang terjadi antar dua negara besar disebabkan oleh beberapa faktor. Perang tersebut sebenarnya tidak pernah sekalipun mengalami konflik militer seperti perang pada umumnya. Namun lebih pada bentuk persaingan di berbagai bidang guna menunjukkan kepada dunia siapa yang terbaik. Dengan demikian, secara tidak langsung dunia akan menilai siapa yang paling cocok menjadi negara super power.

3.2 Saran

Dengan penjelasan mengenai sejarah perang dingin, diharapkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan segala hal positif dari peristiwa sejarah tersebut. Hal-hal negatif dari Perang Dingin sebaiknya dihindarkan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang

Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

Apa penyebab terjadinya Perang Dingin?
Negara mana sajakah yang terlibat dalam Perang Dingin?
Apa bentuk persaingan antar negara saat Perang Dingin?
Apa dampak dari terjadinya Perang Dingin bagi dunia?
Bagaimana akhir dari perang dingin?
1.3 Tujuan

Menjelaskan penyebab terjadinya Perang Dingin.
Menyebutkan negara-negara yang terlibat dalam Perang Dingin.
Menjelaskan bentuk persaingan antar negara sekaligus dampaknya bagi dunia.
Menjelaskan bagaimana berakhirnya Perang Dingin.
1.4 Manfaat

Adapun manfaat penulisnya makalah ini untuk mempermudah pemahaman serta memperluas wawasan pembaca mengenai sejarah terjadinya perang dingin.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sebab

2.1.1 Perbedaan ideologi

Setelah perang Amerika dan Uni Soviet untuk melawan Jerman berakhir, mereka mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Perbedaannya antara lain berkaitan dengan ideologi, yaitu Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalis sedang Uni Soviet dengan paham komunis. Akibatnya, dua negara dengan kekuasaan terbesar ini bersaing untuk memengaruhi negara-negara lain dengan menyebarkan ideologi yang mereka unggulkan.

Karena persaingan ideologi inilah dunia terbagi menjadi dua blok kekuasaan, yakni Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dikuasai oleh Amerika Serikat dengan paham liberal-kapitalisnya. Sedang Blok Timur dikuasai oleh Uni Soviet dengan paham komunisnya.

2.1.2 Perebutan dominasi kepemimpinan

Amerika dan Uni Soviet saat itu saling bersaing untuk menjadi pemimpin dunia. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya berusaha untuk memengaruhi negara-negara lain khususnya negara yang baru merdeka dengan memberi paket bantuan ekonomi. Amerika beranggapan bahwa negara-negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi sasaran pemasaran hasil industri. Rakyat yang makmur dijauhkan dari pengaruh social-komunis Karena kemiskinan akan menjadi lading subur bagi perkembangan ideologi social-komunis.

Uni Soviet sendiri dengan kekuatan ekonominya juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya. Pendekatan yang dilakukan Uni Soviet antara lain adalah paket bantuan ekonomi untuk memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara yang dirangkulnya,  Selain itu, pendekatan yang dilakukan Uni Soviet lainnya adalah dengan mengirim tenaga ahli dan peralatan militer untuk membantu suatu negara yang memperjuangkan kemerdekaannya.

2.2 Negara yang Terlibat

Perlu diketahui bahwa perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menimbulkan persaingan untuk saling merangkul sekutu sebanyak-banyaknya. Alhasil kedua negara tersebut membuat blok yang terdiri atas negara-negara yang mendukungnya. Terbentuklah Blok Barat dengan Amerika Serikat dan Blok Timur dengan Uni Soviet.

NATO atau North Atlantic Treaty Organization (Pakta Atlantik Utara) adalah organisasi pertahanan militer yang anggotanya terdiri atas negara-negara Blok Barat. NATO dibentuk pada 4 April 1949 oleh dua belas negara yang menandatangi berdirinya organisasi tersebut. Dua belas negara pendiri tersebut terdiri dari Amerika, Belanda, Belgia, Britania Raya, Denmark, Islandia, Italia, Kanada, Luksemburg, Norwegia, Prancis, dan Portugal. Bagi Blok Barat, NATO adalah bentuk pertahanan bersama. Jadi, bila terjadi penyerangan terhadap negara anggota NATO, maka itu dianggap sebagai serangan terhadap Blok Barat. Beberapa dekade kemudian, empat negara tergabung dalam organisasi NATO. Negara tersebut antara lain Yunani, Turki, Jerman (sebagai Jerman Barat) dan Spanyol

Uni Soviet sebagai komandan Blok Timur tidak ketinggalan untuk membentuk organisasi baru. Pada tahun 1955, negara-negara Blok Timur mendirikan Pakta Warsawa untuk menyaingi NATO. Pada kenyataannya konflik militer tidak pernah terjadi antara Blok Barat melalui NATO dan Blok Timur melalui Pakta Wasarwa. Adapun negara-negara anggota Blok Timur antara lain Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Romania, Albania, Mongolia, Kuba, Vietnam dan Korea Utara.

2.3 Bidang Persaingan dan Dampak

Dapat dipastikan bahwa suatu hal yang terjadi memiliki dampak baik secara individu atau yang lebih luas. Perang dingin yang didominasi oleh kekuatan Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki dampak-dampak bagi dunia sebagai berikut:

2.3.1 Bidang ekonomi
Rupanya dampak perang dingin memberikan dampak positif bagi perekonomian negara-negara di dunia. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian di dunia banyak dikuasai oleh para pemilik modal. Hal ini akan memberikan keuntungan yang lumayan besar terutama jika para pemilik modal menanamkan modalnya di negara-negara berkembang. Umumnya negara-negara berkembang mempekerjaan buruh dengan upah yang masih kecil. Bagi negara yang ditempati oleh para pemilik modal pun akan berdampak positif dengan semakin berkembang pesatnya perekonomian di negara tersebut.
Adapun dampak merugikan dari bidang ini adalah dengan berkembang pesatnya teknologi militer, Amerika dan Uni Soviet mengembangkan bom nuklir yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk perang. Rumor yang beredar adalah Uni Soviet sudah meletakkan banyak ranjau nuklir di Kuba dan sedang diarahkan ke Amerika. Di sini Amerika tidak tinggal diam. Negara tersebut menandatangani pembentukan NATO. NATO sendiri adalah organisasi pertahanan yang menyetujui bahwa ada negara anggotanya yang diserang, maka hal tersebut dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Mendengar kabar ini Uni Soviet menarik bom-bom nuklirnya dari Kuba.

2.3.2 Bidang militer

Karena adanya rasa iri antara negara-negara yang berseteru, maka mereka masing-masing mulai memperkuat persenjataan dan pertahanan mereka. Mereka tidak mau kalah dengan negara besar. Dengan persaingan seperti ini, akan semakin besar pula potensi yang masing-masing negara miliki untuk mengembangkan militer negaranya menjadi lebih unggul.

2.3.4 Bidang Sosial Budaya
Adanya isu-isu mengenai masalah HAM semakin lama semakin terdengar ke seluruh penjuru dunia. Mulai saat itu, hukum undang-undang dalam suatu negara mengenai HAM mulai dibuat. Masyarakat pun dengan kompak menyetujui peraturan mengenai HAM tersebut. Dari sini masyarakat akan semakin percaya bahwa semua manusia memiliki hak-hak yang harus terpenuhi dan tidak dengan menindas secara sembarangan.

2.3.5 Bidang Astronomi
Perang dingin rupanya juga memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ilmu astronomi, terutama mengenai isi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam mempelajari dan mengkaji ilmu astronomi. Tak dapat dipungkiri jika rasa gengsi membuat mereka berlomba-lomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Dengan ini tanpa disadari kedua negara tersebut sedang mengembangkan ilmu astronomi menjadi semakin baik.

2.4.6 Bidang Teknologi
Pada saat perang dingin, pemerintah menyorot lebih kepada perkembangan sains dan teknologi karena kedua hal tersebut berkaitan dengan jalannya militer, Karena itu pemerintah tidak segan-segan memberikan dana lebih untuk kemajuan sains dan teknologi di negaranya. Dari sinilah muncul para ilmuwan yang berusaha mengkaji dan mengembangan sains dan teknologi demi kemajuan negaranya.

2.4.7 Bidang Politik
Dampak politik dapat kita lihat dari negara Jerman. Pada saat perang dingin, negara Jerman terpisah menjadi dua, Jerman Barat dengan ibukota Bonn dan Jerman Timur dengan ibukota Berlin. Jerman Barat menganut paham liberal sedang Jerman Timur menganut paham komunis. Di sisi lain, Jerman Barat rupanya mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding Jerman Timur. Hal ini membuat orang-orang dari Jerman Timur sedikit demi sedikit pindah ke Jerman Barat. Uni Soviet yang mengetahui masalah tersebut langsung mendanai pembuatan tembok pembatas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.  Uni Soviet juga menyiagakan tentaranya untuk menembaki setiap orang dari Jerman Timur yang melewati tembok tersebut.

2.4 Akhir




Perang dingin berakhir dengan beberapa faktor sebagai berikut:

2.4.1 Gerakan Reformasi Mikhael Gorbachev
Ketika Gorbachev menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis pada tahun 1985, Gorbachev berusaha merenovasi Uni Soviet menjadi negara yang lebih demokratis. Dia juga menandatangani beberapa perjanjian internasional dimana perjanjian itu secara harfiah mengakhiri perang dingin. Hal ini ditebus dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi enam belas negara yang berbeda.

2.4.2 Kegagalan Ekonomi Rusia

Harga minyak mengalami penurunan pada tahun 1980-an yang secara drastic memengaruhi pendapatan Uni Soviet pada saat itu. Selain itu, perlombaan senjata dengan Amerika Serikat membuat Uni Soviet semakin mengalami kesulitan terutama dalam bidang ekonomi. Hal ini menyebabkan banyaknya tuntutan reformasi liberan yang akhirnya tidak tertangani oleh baik sehingga muncul gerakan-gerakan yang akhirnya menghancurkan Uni Soviet.

2.4.3    Perang di Afganistan

Antara tahun 1979 hingga 1989, Uni Soviet membantu Republik Demokratik Afghanistan untuk melawan Mujahidin Afghanistan dan penyusup lainnya. Akhirnya, Amerika Serikat juga terlibat dalam perang ini dengan tujuan utama yaitu mengalahkan Uni Soviet. Karena biaya perang, kerugian ekonomi dan hilangnya nyawa selama sembilan tahun perang, masyarakat Uni Soviet mendesak pemerintah untuk segera menghentikan perang.

2.4.4    Komunikasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Membaik

Hubungan Amerika Serikat dengan Uni Soviet mulai mencair yang I ditandai dengan banyak pembicaraan yang melibatkan kedua negara tersebut. Ronald Reagan, presiden Amerika Serikat saat itu sepakat mengadakan beberapa diskusi ekonomi dengan Uni Soviet. Lambat laun, fokus diskusi beralih ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang terjadi selama ini.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perang dingin adalah sebuah era dimana terjadi konflik, ketegangan dan kompetisi antara dunia negara adidaya, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perang tersebut terjadi antara tahun 1947 – 1991.  Awalnya Amerika Serikat dan Uni Soviet dulunya bersekutu melawan Jerman saat Perang Dunia II. Namun setelah perang berakhir, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Pertentangan demi pertentangan yang terjadi antar dua negara tersebut menimbulkan persaingan. Persaingan antar keduanya menyangkut berbagai bidang seperti bidang ekonomi, politik, koalisi militer, industri, pengembangan teknologi, pertahanan, persenjataan, dan lain-lain. Dikabarkan bahwa perang dingin ini akan berakhir dengan nuklir namun nyatanya tidak terjadi. Istilah ‘perang dingin’ itu sendiri diperkenalkan oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman asal Amerika Serikat pada tahun 1947 untuk menggambarkan ketegangan yang terjadi antara dua negara adidaya tersebut. Walau disebut perang, belum pernah terjadi  konflik terbuka antara kedua negara yang bertikai.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

Apa penyebab terjadinya Perang Dingin?
Negara mana sajakah yang terlibat dalam Perang Dingin?
Apa bentuk persaingan antar negara saat Perang Dingin?
Apa dampak dari terjadinya Perang Dingin bagi dunia?
Bagaimana akhir dari perang dingin?
1.3 Tujuan

Menjelaskan penyebab terjadinya Perang Dingin.
Menyebutkan negara-negara yang terlibat dalam Perang Dingin.
Menjelaskan bentuk persaingan antar negara sekaligus dampaknya bagi dunia.
Menjelaskan bagaimana berakhirnya Perang Dingin.
1.4 Manfaat

Adapun manfaat penulisnya makalah ini untuk mempermudah pemahaman serta memperluas wawasan pembaca mengenai sejarah terjadinya perang dingin.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sebab

2.1.1 Perbedaan ideologi

Setelah perang Amerika dan Uni Soviet untuk melawan Jerman berakhir, mereka mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Perbedaannya antara lain berkaitan dengan ideologi, yaitu Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalis sedang Uni Soviet dengan paham komunis. Akibatnya, dua negara dengan kekuasaan terbesar ini bersaing untuk memengaruhi negara-negara lain dengan menyebarkan ideologi yang mereka unggulkan.

Karena persaingan ideologi inilah dunia terbagi menjadi dua blok kekuasaan, yakni Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dikuasai oleh Amerika Serikat dengan paham liberal-kapitalisnya. Sedang Blok Timur dikuasai oleh Uni Soviet dengan paham komunisnya.

2.1.2 Perebutan dominasi kepemimpinan

Amerika dan Uni Soviet saat itu saling bersaing untuk menjadi pemimpin dunia. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya berusaha untuk memengaruhi negara-negara lain khususnya negara yang baru merdeka dengan memberi paket bantuan ekonomi. Amerika beranggapan bahwa negara-negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi sasaran pemasaran hasil industri. Rakyat yang makmur dijauhkan dari pengaruh social-komunis Karena kemiskinan akan menjadi lading subur bagi perkembangan ideologi social-komunis.

Uni Soviet sendiri dengan kekuatan ekonominya juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya. Pendekatan yang dilakukan Uni Soviet antara lain adalah paket bantuan ekonomi untuk memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara yang dirangkulnya,  Selain itu, pendekatan yang dilakukan Uni Soviet lainnya adalah dengan mengirim tenaga ahli dan peralatan militer untuk membantu suatu negara yang memperjuangkan kemerdekaannya.

2.2 Negara yang Terlibat

Perlu diketahui bahwa perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menimbulkan persaingan untuk saling merangkul sekutu sebanyak-banyaknya. Alhasil kedua negara tersebut membuat blok yang terdiri atas negara-negara yang mendukungnya. Terbentuklah Blok Barat dengan Amerika Serikat dan Blok Timur dengan Uni Soviet.

NATO atau North Atlantic Treaty Organization (Pakta Atlantik Utara) adalah organisasi pertahanan militer yang anggotanya terdiri atas negara-negara Blok Barat. NATO dibentuk pada 4 April 1949 oleh dua belas negara yang menandatangi berdirinya organisasi tersebut. Dua belas negara pendiri tersebut terdiri dari Amerika, Belanda, Belgia, Britania Raya, Denmark, Islandia, Italia, Kanada, Luksemburg, Norwegia, Prancis, dan Portugal. Bagi Blok Barat, NATO adalah bentuk pertahanan bersama. Jadi, bila terjadi penyerangan terhadap negara anggota NATO, maka itu dianggap sebagai serangan terhadap Blok Barat. Beberapa dekade kemudian, empat negara tergabung dalam organisasi NATO. Negara tersebut antara lain Yunani, Turki, Jerman (sebagai Jerman Barat) dan Spanyol

Uni Soviet sebagai komandan Blok Timur tidak ketinggalan untuk membentuk organisasi baru. Pada tahun 1955, negara-negara Blok Timur mendirikan Pakta Warsawa untuk menyaingi NATO. Pada kenyataannya konflik militer tidak pernah terjadi antara Blok Barat melalui NATO dan Blok Timur melalui Pakta Wasarwa. Adapun negara-negara anggota Blok Timur antara lain Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Romania, Albania, Mongolia, Kuba, Vietnam dan Korea Utara.

2.3 Bidang Persaingan dan Dampak

Dapat dipastikan bahwa suatu hal yang terjadi memiliki dampak baik secara individu atau yang lebih luas. Perang dingin yang didominasi oleh kekuatan Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki dampak-dampak bagi dunia sebagai berikut:

2.3.1 Bidang ekonomi
Rupanya dampak perang dingin memberikan dampak positif bagi perekonomian negara-negara di dunia. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian di dunia banyak dikuasai oleh para pemilik modal. Hal ini akan memberikan keuntungan yang lumayan besar terutama jika para pemilik modal menanamkan modalnya di negara-negara berkembang. Umumnya negara-negara berkembang mempekerjaan buruh dengan upah yang masih kecil. Bagi negara yang ditempati oleh para pemilik modal pun akan berdampak positif dengan semakin berkembang pesatnya perekonomian di negara tersebut.
Adapun dampak merugikan dari bidang ini adalah dengan berkembang pesatnya teknologi militer, Amerika dan Uni Soviet mengembangkan bom nuklir yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk perang. Rumor yang beredar adalah Uni Soviet sudah meletakkan banyak ranjau nuklir di Kuba dan sedang diarahkan ke Amerika. Di sini Amerika tidak tinggal diam. Negara tersebut menandatangani pembentukan NATO. NATO sendiri adalah organisasi pertahanan yang menyetujui bahwa ada negara anggotanya yang diserang, maka hal tersebut dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Mendengar kabar ini Uni Soviet menarik bom-bom nuklirnya dari Kuba.

2.3.2 Bidang militer

Karena adanya rasa iri antara negara-negara yang berseteru, maka mereka masing-masing mulai memperkuat persenjataan dan pertahanan mereka. Mereka tidak mau kalah dengan negara besar. Dengan persaingan seperti ini, akan semakin besar pula potensi yang masing-masing negara miliki untuk mengembangkan militer negaranya menjadi lebih unggul.

2.3.4 Bidang Sosial Budaya
Adanya isu-isu mengenai masalah HAM semakin lama semakin terdengar ke seluruh penjuru dunia. Mulai saat itu, hukum undang-undang dalam suatu negara mengenai HAM mulai dibuat. Masyarakat pun dengan kompak menyetujui peraturan mengenai HAM tersebut. Dari sini masyarakat akan semakin percaya bahwa semua manusia memiliki hak-hak yang harus terpenuhi dan tidak dengan menindas secara sembarangan.

2.3.5 Bidang Astronomi
Perang dingin rupanya juga memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ilmu astronomi, terutama mengenai isi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam mempelajari dan mengkaji ilmu astronomi. Tak dapat dipungkiri jika rasa gengsi membuat mereka berlomba-lomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Dengan ini tanpa disadari kedua negara tersebut sedang mengembangkan ilmu astronomi menjadi semakin baik.

2.4.6 Bidang Teknologi
Pada saat perang dingin, pemerintah menyorot lebih kepada perkembangan sains dan teknologi karena kedua hal tersebut berkaitan dengan jalannya militer, Karena itu pemerintah tidak segan-segan memberikan dana lebih untuk kemajuan sains dan teknologi di negaranya. Dari sinilah muncul para ilmuwan yang berusaha mengkaji dan mengembangan sains dan teknologi demi kemajuan negaranya.

2.4.7 Bidang Politik
Dampak politik dapat kita lihat dari negara Jerman. Pada saat perang dingin, negara Jerman terpisah menjadi dua, Jerman Barat dengan ibukota Bonn dan Jerman Timur dengan ibukota Berlin. Jerman Barat menganut paham liberal sedang Jerman Timur menganut paham komunis. Di sisi lain, Jerman Barat rupanya mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding Jerman Timur. Hal ini membuat orang-orang dari Jerman Timur sedikit demi sedikit pindah ke Jerman Barat. Uni Soviet yang mengetahui masalah tersebut langsung mendanai pembuatan tembok pembatas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.  Uni Soviet juga menyiagakan tentaranya untuk menembaki setiap orang dari Jerman Timur yang melewati tembok tersebut.

2.4 Akhir




Perang dingin berakhir dengan beberapa faktor sebagai berikut:

2.4.1 Gerakan Reformasi Mikhael Gorbachev
Ketika Gorbachev menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis pada tahun 1985, Gorbachev berusaha merenovasi Uni Soviet menjadi negara yang lebih demokratis. Dia juga menandatangani beberapa perjanjian internasional dimana perjanjian itu secara harfiah mengakhiri perang dingin. Hal ini ditebus dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi enam belas negara yang berbeda.

2.4.2 Kegagalan Ekonomi Rusia

Harga minyak mengalami penurunan pada tahun 1980-an yang secara drastic memengaruhi pendapatan Uni Soviet pada saat itu. Selain itu, perlombaan senjata dengan Amerika Serikat membuat Uni Soviet semakin mengalami kesulitan terutama dalam bidang ekonomi. Hal ini menyebabkan banyaknya tuntutan reformasi liberan yang akhirnya tidak tertangani oleh baik sehingga muncul gerakan-gerakan yang akhirnya menghancurkan Uni Soviet.

2.4.3    Perang di Afganistan

Antara tahun 1979 hingga 1989, Uni Soviet membantu Republik Demokratik Afghanistan untuk melawan Mujahidin Afghanistan dan penyusup lainnya. Akhirnya, Amerika Serikat juga terlibat dalam perang ini dengan tujuan utama yaitu mengalahkan Uni Soviet. Karena biaya perang, kerugian ekonomi dan hilangnya nyawa selama sembilan tahun perang, masyarakat Uni Soviet mendesak pemerintah untuk segera menghentikan perang.

2.4.4    Komunikasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Membaik

Hubungan Amerika Serikat dengan Uni Soviet mulai mencair yang I ditandai dengan banyak pembicaraan yang melibatkan kedua negara tersebut. Ronald Reagan, presiden Amerika Serikat saat itu sepakat mengadakan beberapa diskusi ekonomi dengan Uni Soviet. Lambat laun, fokus diskusi beralih ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang terjadi selama ini.




Tahun 1985 menjadi saksi pertemuan pertama yang diadakan di Jenewa, Swiss. Pertemuan terakhir diadakan di Moskow, dimana Gorbachev dan George Bush menandatangi perjanjian pengawasan senjata. Akhirnya, Perang Dingin secara resmi dinyatakan berakhir pada tahun 1898.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sejatinya perang dingin yang terjadi antar dua negara besar disebabkan oleh beberapa faktor. Perang tersebut sebenarnya tidak pernah sekalipun mengalami konflik militer seperti perang pada umumnya. Namun lebih pada bentuk persaingan di berbagai bidang guna menunjukkan kepada dunia siapa yang terbaik. Dengan demikian, secara tidak langsung dunia akan menilai siapa yang paling cocok menjadi negara super power.

3.2 Saran

Dengan penjelasan mengenai sejarah perang dingin, diharapkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan segala hal positif dari peristiwa sejarah tersebut. Hal-hal negatif dari Perang Dingin sebaiknya dihindarkan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang

Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

Apa penyebab terjadinya Perang Dingin?
Negara mana sajakah yang terlibat dalam Perang Dingin?
Apa bentuk persaingan antar negara saat Perang Dingin?
Apa dampak dari terjadinya Perang Dingin bagi dunia?
Bagaimana akhir dari perang dingin?
1.3 Tujuan

Menjelaskan penyebab terjadinya Perang Dingin.
Menyebutkan negara-negara yang terlibat dalam Perang Dingin.
Menjelaskan bentuk persaingan antar negara sekaligus dampaknya bagi dunia.
Menjelaskan bagaimana berakhirnya Perang Dingin.
1.4 Manfaat

Adapun manfaat penulisnya makalah ini untuk mempermudah pemahaman serta memperluas wawasan pembaca mengenai sejarah terjadinya perang dingin.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sebab

2.1.1 Perbedaan ideologi

Setelah perang Amerika dan Uni Soviet untuk melawan Jerman berakhir, mereka mengalami perbedaan yang justru menjadi pertentangan antar kedua negara tersebut. Perbedaannya antara lain berkaitan dengan ideologi, yaitu Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalis sedang Uni Soviet dengan paham komunis. Akibatnya, dua negara dengan kekuasaan terbesar ini bersaing untuk memengaruhi negara-negara lain dengan menyebarkan ideologi yang mereka unggulkan.

Karena persaingan ideologi inilah dunia terbagi menjadi dua blok kekuasaan, yakni Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dikuasai oleh Amerika Serikat dengan paham liberal-kapitalisnya. Sedang Blok Timur dikuasai oleh Uni Soviet dengan paham komunisnya.

2.1.2 Perebutan dominasi kepemimpinan

Amerika dan Uni Soviet saat itu saling bersaing untuk menjadi pemimpin dunia. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya berusaha untuk memengaruhi negara-negara lain khususnya negara yang baru merdeka dengan memberi paket bantuan ekonomi. Amerika beranggapan bahwa negara-negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi sasaran pemasaran hasil industri. Rakyat yang makmur dijauhkan dari pengaruh social-komunis Karena kemiskinan akan menjadi lading subur bagi perkembangan ideologi social-komunis.

Uni Soviet sendiri dengan kekuatan ekonominya juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya. Pendekatan yang dilakukan Uni Soviet antara lain adalah paket bantuan ekonomi untuk memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara yang dirangkulnya,  Selain itu, pendekatan yang dilakukan Uni Soviet lainnya adalah dengan mengirim tenaga ahli dan peralatan militer untuk membantu suatu negara yang memperjuangkan kemerdekaannya.

2.2 Negara yang Terlibat

Perlu diketahui bahwa perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menimbulkan persaingan untuk saling merangkul sekutu sebanyak-banyaknya. Alhasil kedua negara tersebut membuat blok yang terdiri atas negara-negara yang mendukungnya. Terbentuklah Blok Barat dengan Amerika Serikat dan Blok Timur dengan Uni Soviet.

NATO atau North Atlantic Treaty Organization (Pakta Atlantik Utara) adalah organisasi pertahanan militer yang anggotanya terdiri atas negara-negara Blok Barat. NATO dibentuk pada 4 April 1949 oleh dua belas negara yang menandatangi berdirinya organisasi tersebut. Dua belas negara pendiri tersebut terdiri dari Amerika, Belanda, Belgia, Britania Raya, Denmark, Islandia, Italia, Kanada, Luksemburg, Norwegia, Prancis, dan Portugal. Bagi Blok Barat, NATO adalah bentuk pertahanan bersama. Jadi, bila terjadi penyerangan terhadap negara anggota NATO, maka itu dianggap sebagai serangan terhadap Blok Barat. Beberapa dekade kemudian, empat negara tergabung dalam organisasi NATO. Negara tersebut antara lain Yunani, Turki, Jerman (sebagai Jerman Barat) dan Spanyol

Uni Soviet sebagai komandan Blok Timur tidak ketinggalan untuk membentuk organisasi baru. Pada tahun 1955, negara-negara Blok Timur mendirikan Pakta Warsawa untuk menyaingi NATO. Pada kenyataannya konflik militer tidak pernah terjadi antara Blok Barat melalui NATO dan Blok Timur melalui Pakta Wasarwa. Adapun negara-negara anggota Blok Timur antara lain Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Romania, Albania, Mongolia, Kuba, Vietnam dan Korea Utara.

2.3 Bidang Persaingan dan Dampak

Dapat dipastikan bahwa suatu hal yang terjadi memiliki dampak baik secara individu atau yang lebih luas. Perang dingin yang didominasi oleh kekuatan Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki dampak-dampak bagi dunia sebagai berikut:

2.3.1 Bidang ekonomi
Rupanya dampak perang dingin memberikan dampak positif bagi perekonomian negara-negara di dunia. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian di dunia banyak dikuasai oleh para pemilik modal. Hal ini akan memberikan keuntungan yang lumayan besar terutama jika para pemilik modal menanamkan modalnya di negara-negara berkembang. Umumnya negara-negara berkembang mempekerjaan buruh dengan upah yang masih kecil. Bagi negara yang ditempati oleh para pemilik modal pun akan berdampak positif dengan semakin berkembang pesatnya perekonomian di negara tersebut.
Adapun dampak merugikan dari bidang ini adalah dengan berkembang pesatnya teknologi militer, Amerika dan Uni Soviet mengembangkan bom nuklir yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk perang. Rumor yang beredar adalah Uni Soviet sudah meletakkan banyak ranjau nuklir di Kuba dan sedang diarahkan ke Amerika. Di sini Amerika tidak tinggal diam. Negara tersebut menandatangani pembentukan NATO. NATO sendiri adalah organisasi pertahanan yang menyetujui bahwa ada negara anggotanya yang diserang, maka hal tersebut dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Mendengar kabar ini Uni Soviet menarik bom-bom nuklirnya dari Kuba.

2.3.2 Bidang militer

Karena adanya rasa iri antara negara-negara yang berseteru, maka mereka masing-masing mulai memperkuat persenjataan dan pertahanan mereka. Mereka tidak mau kalah dengan negara besar. Dengan persaingan seperti ini, akan semakin besar pula potensi yang masing-masing negara miliki untuk mengembangkan militer negaranya menjadi lebih unggul.

2.3.4 Bidang Sosial Budaya
Adanya isu-isu mengenai masalah HAM semakin lama semakin terdengar ke seluruh penjuru dunia. Mulai saat itu, hukum undang-undang dalam suatu negara mengenai HAM mulai dibuat. Masyarakat pun dengan kompak menyetujui peraturan mengenai HAM tersebut. Dari sini masyarakat akan semakin percaya bahwa semua manusia memiliki hak-hak yang harus terpenuhi dan tidak dengan menindas secara sembarangan.

2.3.5 Bidang Astronomi
Perang dingin rupanya juga memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ilmu astronomi, terutama mengenai isi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam mempelajari dan mengkaji ilmu astronomi. Tak dapat dipungkiri jika rasa gengsi membuat mereka berlomba-lomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Dengan ini tanpa disadari kedua negara tersebut sedang mengembangkan ilmu astronomi menjadi semakin baik.

2.4.6 Bidang Teknologi
Pada saat perang dingin, pemerintah menyorot lebih kepada perkembangan sains dan teknologi karena kedua hal tersebut berkaitan dengan jalannya militer, Karena itu pemerintah tidak segan-segan memberikan dana lebih untuk kemajuan sains dan teknologi di negaranya. Dari sinilah muncul para ilmuwan yang berusaha mengkaji dan mengembangan sains dan teknologi demi kemajuan negaranya.

2.4.7 Bidang Politik
Dampak politik dapat kita lihat dari negara Jerman. Pada saat perang dingin, negara Jerman terpisah menjadi dua, Jerman Barat dengan ibukota Bonn dan Jerman Timur dengan ibukota Berlin. Jerman Barat menganut paham liberal sedang Jerman Timur menganut paham komunis. Di sisi lain, Jerman Barat rupanya mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding Jerman Timur. Hal ini membuat orang-orang dari Jerman Timur sedikit demi sedikit pindah ke Jerman Barat. Uni Soviet yang mengetahui masalah tersebut langsung mendanai pembuatan tembok pembatas antara Jerman Barat dan Jerman Timur.  Uni Soviet juga menyiagakan tentaranya untuk menembaki setiap orang dari Jerman Timur yang melewati tembok tersebut.

2.4 Akhir




Perang dingin berakhir dengan beberapa faktor sebagai berikut:

2.4.1 Gerakan Reformasi Mikhael Gorbachev
Ketika Gorbachev menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis pada tahun 1985, Gorbachev berusaha merenovasi Uni Soviet menjadi negara yang lebih demokratis. Dia juga menandatangani beberapa perjanjian internasional dimana perjanjian itu secara harfiah mengakhiri perang dingin. Hal ini ditebus dengan runtuhnya Uni Soviet menjadi enam belas negara yang berbeda.

2.4.2 Kegagalan Ekonomi Rusia

Harga minyak mengalami penurunan pada tahun 1980-an yang secara drastic memengaruhi pendapatan Uni Soviet pada saat itu. Selain itu, perlombaan senjata dengan Amerika Serikat membuat Uni Soviet semakin mengalami kesulitan terutama dalam bidang ekonomi. Hal ini menyebabkan banyaknya tuntutan reformasi liberan yang akhirnya tidak tertangani oleh baik sehingga muncul gerakan-gerakan yang akhirnya menghancurkan Uni Soviet.

2.4.3    Perang di Afganistan

Antara tahun 1979 hingga 1989, Uni Soviet membantu Republik Demokratik Afghanistan untuk melawan Mujahidin Afghanistan dan penyusup lainnya. Akhirnya, Amerika Serikat juga terlibat dalam perang ini dengan tujuan utama yaitu mengalahkan Uni Soviet. Karena biaya perang, kerugian ekonomi dan hilangnya nyawa selama sembilan tahun perang, masyarakat Uni Soviet mendesak pemerintah untuk segera menghentikan perang.

2.4.4    Komunikasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Membaik

Hubungan Amerika Serikat dengan Uni Soviet mulai mencair yang I ditandai dengan banyak pembicaraan yang melibatkan kedua negara tersebut. Ronald Reagan, presiden Amerika Serikat saat itu sepakat mengadakan beberapa diskusi ekonomi dengan Uni Soviet. Lambat laun, fokus diskusi beralih ke upaya pengurangan perlombaan senjata yang terjadi selama ini.




Tahun 1985 menjadi saksi pertemuan pertama yang diadakan di Jenewa, Swiss. Pertemuan terakhir diadakan di Moskow, dimana Gorbachev dan George Bush menandatangi perjanjian pengawasan senjata. Akhirnya, Perang Dingin secara resmi dinyatakan berakhir pada tahun 1898.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sejatinya perang dingin yang terjadi antar dua negara besar disebabkan oleh beberapa faktor. Perang tersebut sebenarnya tidak pernah sekalipun mengalami konflik militer seperti perang pada umumnya. Namun lebih pada bentuk persaingan di berbagai bidang guna menunjukkan kepada dunia siapa yang terbaik. Dengan demikian, secara tidak langsung dunia akan menilai siapa yang paling cocok menjadi negara super power.

3.2 Saran

Dengan penjelasan mengenai sejarah perang dingin, diharapkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan segala hal positif dari peristiwa sejarah tersebut. Hal-hal negatif dari Perang Dingin sebaiknya dihindarkan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang


Tahun 1985 menjadi saksi pertemuan pertama yang diadakan di Jenewa, Swiss. Pertemuan terakhir diadakan di Moskow, dimana Gorbachev dan George Bush menandatangi perjanjian pengawasan senjata. Akhirnya, Perang Dingin secara resmi dinyatakan berakhir pada tahun 1898.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sejatinya perang dingin yang terjadi antar dua negara besar disebabkan oleh beberapa faktor. Perang tersebut sebenarnya tidak pernah sekalipun mengalami konflik militer seperti perang pada umumnya. Namun lebih pada bentuk persaingan di berbagai bidang guna menunjukkan kepada dunia siapa yang terbaik. Dengan demikian, secara tidak langsung dunia akan menilai siapa yang paling cocok menjadi negara super power.

3.2 Saran

Dengan penjelasan mengenai sejarah perang dingin, diharapkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan segala hal positif dari peristiwa sejarah tersebut. Hal-hal negatif dari Perang Dingin sebaiknya dihindarkan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang
Read More
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah jenis sumber daya alam yang jika persediaanya telah berkurang atau habis, akan dapat diproduksi kembali. Pembaharuan tersebut dapat dilakukan secara alamiah atau bantuan (rekayasa manusia). Contoh sumber daya hutan dan sumber daya hewan.

Sumber daya alam merupakan unsur lingkungan yang terdiri atas sumber daya alam hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya buatan, merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.


sumber daya alam

BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang

Sumber daya alam merupakan unsur lingkungan yang terdiri atas sumber daya alam hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya buatan, merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sebagai modal dasar pembangunan sumberdaya alam harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi dengan cara-cara yang tidak merusak, bahkan sebaliknya, cara-cara yang dipergunakan harus dipilih yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin besar manfaatnya untuk pembangunan lebih lanjut di masa mendatang.

Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar pada prinsip ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam memikirkan kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Maka prioritas utama pengelolaan adalah upaya pelestarian lingkungan, supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah kehidupan bisa terganggu.

2. Maksud dan Tujuan Makalah Sumber Daya Alam

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui klasifikasi sumber daya alam dan manfaatnya serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola sumber daya alam tersebut. Selain itu dapat mengetahui pemnfaatan sumber daya alam hayati maupu non hayati dan bagaimana daya dukung lingkungan serta keterbatasan kemampuan manusia dalam mengelola suber daya alam tersebut.

3. Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup masalah yang akan dibahas pada makalah kali ini sebagai berikut:
a)      Pengertian Sumber Daya Alam
b)      Sumber Daya Alam di indonesia
c)      Sumber Daya Alam dan Pertumbuhan Ekonomi
d)     Pemanfaatan Suber Daya Alam Hayati dan Non Hayati
e)      Landasan Kebijaksanaan Pengelolaan Sumber Daya Alam
f)       Karakteristik Ekologi Sumber Daya Alam
g)      Daya Dukung Lingkungan
h)      Keterbatasan Kemampuan Manusia

Jenis-jenis Sumber Daya Alam yang Dapat  Diperbahrui

1.  Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat penting. Selain dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati(karbohidrat) melalui proses fotosintesis.Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan. Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Berbagai tumbuhan yang bermanfaat bagi manusia, dikembangbiakkan melalui kegiatan pertanian.

Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya:
-  Bahan makanan, misalnya: padi, jagung,gandum,tebu
-  Bahan bangunan, misalnya:  kayu jati, kayu mahoni
-  Bahan bakar (biosolar), misalnya:  kelapa sawit
-  Obat - obatan, misalnya:  jahe, daun binahong, kina, mahkota dewa
-  Bahan baku pupuk kompos.
-  Bahan baku tekstil, misalnya: kapas


2. Hewan
Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Manfaat hewan bagi manusia antara lain:
-  membantu pekerjaan berat manusia, seperti kerbau dan kuda
- sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi.

Beberapa hewan khas Indonesia, seperti harimau Jawa, Badak bercula satu, Burung Maleo dewasa ini  terancam kepunahan. Untuk menjaga kelestarian satwa langka, diperlukan kawasan pelestarian yang disebut suaka marga satwa atau hutan lindung. Suaka margasatwa merupakan kawasan pelestarian yang memiliki jenis satwa dan keanekaragaman yang unik. Pelestarian dapat dilakukan secara sengaja atau alami untuk menjaga kelangsungan hidup satwa tersebut. Melalui adanya upaya konservasi diharapkan keberadaan flora dan fauna tersebut tetap terjaga dari ambang kepunahan sehingga kelestarian keanekaragaman hayati flora dan fauna Indonesia tetap terjaga pada masa yang akan datang. sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui beserta gambarnya contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan upaya pelestariannya contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan manfaatnya contoh kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat di perbaharui contoh kegiatan ekonomi yang memanfaatkan kedua jenis sumber daya alam sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan manfaatnya makalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui

3)  Air.
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup di bumi. Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan akan air, baik itu untuk keperluan sehari-hari maupun sebagai sumber energi (PLTA), terus meningkat.Penggunaan air di PLTA merupakan salah satu alternatif energi yang ramah lingkungan, karena air tidak menimbulkan polusi. Air juga digunakan untuk pengairan, bahan dasar industri minuman, penambangan, dan tempat rekreasi.

4).  Angin
Angin mampu menghasilkan energi. Selain dapat terbaharukan dan selalu ada, energi yang dihasilkan angin tidak menghasilkan residu, yang dapat mencemari lingkungan. Beberapa negara yang telah menggunakan turbin angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.

5).  Tanah
Tanah termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui, karena tanah terbentuk dari bahan-bahan sisa makluk hidup yang telah mati, seperti dahan, daun, ranting, kotoran, pohon, hewan juga manusia yang diurai oleh hewan-hewan kecil seperti rayap menjadi tanah.

Tanah memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, tanah dimanfaatkan oleh manusia  sebagai lokasi tempat tinggal, juga untuk menanam berbagai macam tumbuhan yang berguna bagi manusia. Berbagai macam jenis tumbuhan yang ada di hutan, pertanian, perkebunan membutuhkan tanah yang subur, bilamana tanahnya tidak subur, maka tidak ada hutan, tidak ada lahan pertanian dan juga tidak ada lahan perkebunan. Kesuburan tanah sangat tergantung kepada bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan. Bilamana manusia dalam memanfaatkan dan mengelola tanah secara sembarangan, tidak cerdas, dan seenaknya sendiri maka dapat mengakibatkan tanah tersebut menjadi tidak subur. Beberapa tindakan yang dapat mengurangi kesuburan tanah antara lain adalah pembuangan limbah, terutama yang mengandung zat kimia berbahaya ke tanah dan penggunaan pestisida secara berlebihan.
Mengelompokkan SDA

Secara ekonomi dikatakan bahwa sumberdaya alam itu nilainya tidak tertentu. Misalnya sampai pada tahun 1930, daerah pedalaman Liberia hanya sedikit yang mengetahui, dan belum mempunyai nilai sebagai sumber-sumber alam, tetapi sekarang daerah itu merupakan daerah bijih besi yang terbaik. Bahan bauksit di Afrika Barat, minyak di Aljazair dan Nigeria baru tampak sebagai daerah yang kaya setelah adanya transportasi ke daerah-daerah tersebut. Hutan kita di Kalimantan baru benar-benar sebagai sumber alam sejak tahun 1970-an. Di pantai Selatan antara Cilacap dan pantai Parangtritis tersimpan deposit pasir besi yang semula tidak diketahui dan baru dimanfaatkan mulai tahun 1970. Bahkan pada saat ini banyak orang yang berlomba-lomba membeli bunga anggrek dengan harga jutaan rupiah, padahal di hutan-hutan. sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui beserta gambarnya contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan upaya pelestariannya contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan manfaatnya contoh kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat di perbaharui contoh kegiatan ekonomi yang memanfaatkan kedua jenis sumber daya alam sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan manfaatnya makalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui

Kalimantan dan Papua, tanaman tersebut berserakan. Sumberdaya alam tidak saja meliputi jumlah bahan-bahan yang ada menunggu untuk diolah dan digunakan, tetapi sumberdaya alam itu sendiri juga dinamis dan berubah-ubah sifatnya. Mengenai banyak atau tidaknya nilai sumberdaya alam, adalah tergantung pada waktu dan tempat, tingkat teknik dan penemuan-penemuan baru, sikap manusianya terhadap sumberdaya tersebut, perubahan-perubahan dalam selera baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Perubahan-perubahan dalam variabel ini menyebabkan negara itu akan lebih baik atau lebih buruk (dalam arti sumberdaya alamnya) meskipun jumlah fisik dari sumberdaya alam tersebut tidak berubah.

Berdasarkan kemampuannya untuk memperbarui diri sesudah mengalami suatu gangguan, maka sumberdaya alam dibagi ke dalam dua golongan, yaitu: (1) sumberdaya alam yang dapat memperbarui diri; dan (2) sumberdaya alam yang tak dapat memperbarui diri. Sumberdaya alam yang tak dapat memperbarui diri seperti mineral, minyak bumi, gas bumi dan lain-lain merupakan sumberdaya alam yang sangat penting bagi negara, khususnya bagi negara yang sedang berkembang. Sumberdaya alam yang dapat memperbarui diri sangat menentukan kelangsungan suatu pembangunan, oleh karena itu, pengelolaannya harus sangat diperhatikan.

Selain pembagian berdasarkan kemampuan untuk memperbaharui diri, sumberdaya alam juga dapat digolongkan berdasarkan potensi penggunaannya, yaitu:

Sumberdaya alam penghasil energi; misalnya: air, matahari, arus laut, gas bumi, minyak bumi, batu bara, angin dan biotik/tumbuhan;

Sumberdaya alam penghasil bahan baku; misalnya: mineral, gas bumi, biotis, perairan, tanah dan sebagainya; dan Sumberdaya alam lingkungan hidup; misalnya: udara dan ruang, perairan, landscape dan sebagainya.

Menurut Undang-Undang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, sumberdaya alam dibagi ke dalam sumberdaya hayati misalnya biotika baik hewan maupun tumbuhan, sedangkan sumberdaya alam non hayati seperti tanah, udara, air, dan lain-lain. Penggolongan sumberdaya alam dapat juga berdasarkan ketersediaannya dalam ruang dan waktu yaitu sebagai berikut.

sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui sumber daya alam hayati macam macam sumber daya alam jenis jenis sumber daya alam contoh sumber daya alam dan manfaatnya makalah sumber daya alam artikel sumber daya alam manfaat sumber daya alam

Sumberdaya alam yang tersedia pada satu saat dan suatu tempat. Sumberdaya alam seperti ini sangat langka misalny buah kemang yang terdapat di Bogor dan Palembang. Jika dikultur maka perlu dikondisikan seperti di daerah asal dan lingkungan sangat merupakan faktor pembatas.
Sumberdaya alam yang tersedia pada satu saat di area yang luas. Sumberdaya alam seperti ini biasanya memerlukan musim kawin sehingga produksinya musiman. Produksi akan melimpah walaupun dalam waktu yang singkat.

Sumberdaya alam yang tersedia pada satu tempat dalam jangka waktu lama di areal yang luas.. Sebagai contoh adalah buah apel yang hanya dapat tumbuh dengan baik di suatu tempat tertentu dan tersedia dalam jangka yang lama. Sumber daya alam yang ada di atas permukaan bumi maupun yang ada di bawah permukaan bumi, baik yang sudah ditemukan oleh manusia maupun yang belum ditemukan, baik yang sudah diketahui manfaatnya bagi kehidupan manusia ataupun yangbelum diketahui, pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaruai dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Namun demikian manusia juga membuat berbagai macam pengelompokkan terhadap sumber daya alam yang ada di permukaan ataupun di bawah permukaan bumi, misalnya dengan sebutan barang tambang, hasil pertanian, hasil perternakan, hasil hutan, sumber daya laut dan sebagainya.

sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui sumber daya alam hayati macam macam sumber daya alam jenis jenis sumber daya alam contoh sumber daya alam dan manfaatnya makalah sumber daya alam artikel sumber daya alam manfaat sumber daya alam



Pemanfaatan Sumber Daya Alam

      Semua kekayaan bumi baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati. Sedangkan faktor abiotik lainnya mrupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian, karena sumber daya alam bersifat terbatas.

      Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Oleh karena itu agar pemanfaatannta dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :
1.    Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misal (air, tanah dan udara).
2.    Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3.    Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan  (recycling).
4.    Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.
      Berikut beberapan pemanfaatan sumber daya alam ;

a.    Pemanfaatan sumber daya alam nabati, antara lain :
1)      Sebagai sumber bahan pangan
2)      Sebagai sumber sandang, seperti : kapas
3)      Sebagai tanaman hias.

b.    Pemanfaatan sumber daya alam hewani, antara lain :
1)      Sebagai sumber bahan pangandan sumber sandang.
2)      Sebagai benda-benda hasil seni dan kerajinan tangan manusia.
3)      Meningkatkan nilai kehidupan dan nilai budaya manusia.

c.    Pemanfaatan sumber daya alam barang tambang antara lain :
1)      Minyak bumi, digunakan untuk bahan bakar kendaraan, tenaga penggerak mesin pabrik, penerangan tanah.
2)      Gas alam, digunakan untuk bahan bakar rumah tangga dan industri.
3)      Batu bara, digunakan untuk bahan bakar pemberi tenaga dan bahan mentah untuk cat, obat-obatan, wangi-wangian, bahan peledak dan lain sebagainya.

Sumber daya alam tersebut memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Akan tetapi dalam pemanfaatan dan pengelolaannya harus dilakukan sesuai peraturan-peraturan yang mengikat semua pihak agar dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang. Maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan, antara lain :

a.     Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, tetapi sumber daya alam harus diusahakan agar produktifitasnya tetap berkelanjutan.
b.    Eksploitasinya harus dibawah batas daya regenerasi atau asimilasi  sumber daya alam.
c.     Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfataan sumber daya alam yang ada dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.

DAMPAK NEGATIF PENGAMBILAN SDA TANPA PELESTARIAN

Pengambilan hasil laut dan sungai
Penangkapan ikan secara besar-besaran dan dengan menggunakan bahan peledak/racun akan merusak semua habitat laut dan sungai.

Pengambilan hasil hutan
Penebangan pohon secara liar dan illegal akan membawa dampak hilangnya habitat hutan serta daerah resapan air tanah.

Pengambilan tanah galian
Pengerukan tanah atau pasir yang baik yang akan digunakan untuk industri atau bahan bangunan tanpa memperdulikan keseimbangan lingkungan akan mempercepat terjadinya erosi tanah dan tanah longsor.

DAMPAK NEGATIF LAINNYA ADALAH :

a. Rusaknya lingkungan hidup atau terganggunya keseimbangan lingkungan hidup.
b. Hilangnya SDA bagi generasi mendatang.
c. Hilangnya atau punahnya berbagai macam jenis tumbuhan dan hewan.
d. Timbulnya bencana alam.
e. Dll


BAB II
PEMBAHASAN


2.1      Pengertian Sumber Daya Alam


Sumber daya alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik).
Pada dasarnya Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut.

Semua kekayaan yang ada di bumi ini, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.

2.2      Sumber Daya Alam di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:
a) Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
b) Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.
c) Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.

sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui sumber daya alam hayati macam macam sumber daya alam jenis jenis sumber daya alam contoh sumber daya alam dan manfaatnya makalah sumber daya alam artikel sumber daya alam manfaat sumber daya alam


Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.
Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.

Macam-macam sumber Daya Alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya:
a.      Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya   alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.

b. Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2. Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.

3. Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.

c.      Berdasarkan Sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumf, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3. Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.

2.3      Sumber Daya Alam dan Pertumbuhan Ekonomi

Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut Dutch disease. Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Di samping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya. korupsi,perang saudara, lemahnya pemerintah dan demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian negara-negara terebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan sistem pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri lain, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan sumber daya alam. Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara adalah norwegia dan bostwana.

sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui sumber daya alam hayati macam macam sumber daya alam jenis jenis sumber daya alam contoh sumber daya alam dan manfaatnya makalah sumber daya alam artikel sumber daya alam manfaat sumber daya alam

Walaupun suatu negara memiliki Sumber daya alam yang berlimpah, belum tentu hal itu dapat memberikan manfaat besar bagi penduduknya jika tidak dikelola dengan baik. Beberapa fakta telah menunjukkan bahwa negara-negara yang kaya sumber daya alamnya masih tertinggal keadaan ekonominya jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang justru sumber daya alamnya terbatas. Sebagai contoh, negara Jepang memiliki luas wilayah dan kekayaan alam yang terbatas, tetapi Jepang menjadi negara maju di dunia, lebih maju dari Indonesia yang memiliki SDA yang melimpah ruah. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara maksimal dengan berbagai upaya.

Secara alamiah, penduduk memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam berbagai bentuk aktivitas sesuai dengan sumber daya alam yang dimilikinya, aktivitas dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat dibagi ke dalam enam aktivitas, yaitu  (1) pertanian, (2) perkebunan, (3) peternakan, (4) perikanan, (5) pertambangan, dan (6) kehutanan.

sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui sumber daya alam hayati macam macam sumber daya alam jenis jenis sumber daya alam contoh sumber daya alam dan manfaatnya makalah sumber daya alam artikel sumber daya alam manfaat sumber daya alam


1.      Aktivitas Pertanian

Di Indonesia, aktivitas pertanian merupakan aktivitas utama yang dilakukan oleh sebagian besar penduduknya. Keadaan tanah yang subur dan di dukung iklimnya membuat penduduk Indonesia banyak mencari nafkah pada aktivitas pertanian.

2.      Aktivitas Perkebunan

Perkebunan bertujuan untuk menghasilkan komoditas pertanian dalam jumlah besar. Dengan alasan efektifitas, aktivitas perkebunan disertai dengan industri pengolahan hasil perkebunan yang sengaja dibangun di area perkebunan. Komoditas yang dihasilkan biasanya diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum dijual ke konsumen. Komoditas perkebunan yang berkembang di Indonesia di antaranya adalah teh, kopi, cokelat, karet, kelapa, dan kelapa sawit. Saat ini Indonesia menjadi penghasil sejumlah komoditas perkebunan, seperti tebu, teh, tembakau, kopi, kelapa sawit, cengkih, kelapa, pala, karet, vanili, lada, dan cokelat.


3.      Aktivitas Peternakan

Perhatikan aktivitas peternakan di daerahmu. Hewan ternak apa saja yang dibudidayakan di Indonesia? Budi daya peternakan yang dikembangkan di Indonesia di antaranya sapi, kerbau, kuda, babi. Selain itu, masih banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara mandiri, misalnya ayam, kambing, domba, dan lain-lain.

4.      Aktivitas Perikanan

Indonesia memiliki Sumber daya perairan yang sangat berlimpah. Curah hujan yang cukup tinggi membuat banyak wilayah yang memiliki sungai, danau, dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah dimanfaatkan oleh penduduk untuk aktivitas perikanan. Tentu saja sumber daya alam perikanan yang jauh lebih besar adalah sumber daya alam yang ada di laut. Luas laut yang sangat besar atau dua per tiga dari luas wilayah Indonesia, menyimpan berbagai kekayaan alam, khususnya ikan.

5.      Aktivitas Pertambangan

Perusahaan pertambangan dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan swasta dari luar Indonesia yang juga ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan perjanjian tertentu dan sistem bagi hasil dengan pemerintah Indonesia.
Minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik skala besar seperti PLN, maupun untuk rumah tangga, industri, kendaraan bermotor. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri. produksi minyak bumi dan gas alam Indonesia juga diekspor ke berbagai negara lain.

6.      Aktivitas Kehutanan

Sumber daya alam hutan merupakan sumber daya alam yang juga sangat berlimpah di Indonesia. Hutan dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan ataupun sebagai sumber tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan selanjutnya dilakukan secara intensif dengan mengambil secara besar-besaran sumber daya yang ada di dalamnya.

2.4      Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati dan Non Hayati

Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian. Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan itu.
Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harusdilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut:

1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta (recycling).
4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.

Sumber Daya Alam Hayati
Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya
Bahan makanan: padi, jagung, gandum, tebu
Bahan bangungan: kayu jati, kayu mahoni
Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit
Obat: jahe, daun binahong, kina, mahkota dewa
Pupuk kompos

Pertanian dan perkebunan
Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Data statistik pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu, Indonesia juga dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet (bahan baku ban), kelapa sawit (bahan baku minyak goreng), tembakau (bahan baku obat dan rokok), kapas (bahan baku tekstil), kopi (bahan minuman), dan tebu (bahan baku gula pasir).

Hewan, Peternakan, Dan Perikanan
Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia, seperti kerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi. Untuk menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian secara in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain. Untuk memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan, dan juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.

o   Sumber Daya Alam Nonhayati
Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: air, angin, sinar matahari, dan hasil tambang.

Air
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri didominasi oleh wilayah perairan. Dari total wilayah perairan yang ada, 97% merupakan air asin (wilayah laut, samudra, dll.) dan hanya 3% yang merupakan air tawar (wilayah sungai, danau, dll.). Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan akan air, baik itu untuk keperluan domestik dan energi, terus meningkat. Air juga digunakan untuk pengairan, bahan dasar industri minuman, penambangan, dan aset rekreasi. Di bidang energi, teknologi penggunaan air sebagai sumber listrik sebagai pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang karena selain terbaharukan, energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan hal ini akan mengurangi efek rumah kaca.

Angin
Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu bara, dan berbagai jenis bahan bakar hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh angin. Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran tinggi. Selain sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada, energi yang dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan bakar lain pada umumnya. Beberapa negara yang telah mengaplikasikan turbin angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.

Tanah
Tanah termasuk salah satu sumber daya alam nonhayati yang penting untuk menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup. Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara langsung terkait dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah. Tanah tersusun atas beberapa komponen, seperti udara, air, mineral, dan senyawa organik. Pengelolaan sumber daya nonhayati ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi cemaran lingkungan yang ada sekarang ini.

Hasil Tambang
Sumber daya alam hasil penambangan memiliki beragam fungsi bagi kehidupan manusia, seperti bahan dasar infrastruktur, kendaraan bermotor, sumber energi, maupun sebagai perhiasan. Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai ekonomi yang besar dan hal ini memicu eksploitasi sumber daya alam tersebut. Beberapa negara, seperti Indonesia dan Arab, memiliki pendapatan yang sangat besar dari sektor ini. Jumlahnya sangat terbatas, oleh karena itu penggunaannya harus dilakukan secara efisien. Beberapa contoh bahan tambang dan pemanfaatannya:

Minyak Bumi
Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;
Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;
Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;
Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;
LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;
Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;
Vaselin ialah salep untuk bahan obat;
Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan
Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton).
Batu Bara
Dimanfaatkan untuk bahan bakar industri dan rumah tangga.

sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui sumber daya alam hayati macam macam sumber daya alam jenis jenis sumber daya alam contoh sumber daya alam dan manfaatnya makalah sumber daya alam artikel sumber daya alam manfaat sumber daya alam

2.5      Landasan Kebijaksanaan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Pemanfaatan SDA secara berlebihan tanpa memperhatikan aspek pelestariannya dapat meningkatkan tekanan-tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup yang pada akahirnya akan mengancam swasembada atau kecukupan pangan semua penduduk di Indonesia. Oleh karena peran pemerintah dalam memberikan kebjakan tentang peraturan pengelolaan SDA menjadi hal yang penting sebagai langkah menjaga SDA yang berkelanjutan.
Kebijakan yang di buat oleh pemerintah tidak hanya ditetapkan untuk dilaksanakan masyarakat tanpa pengawasan lebih lanjut dari pemerintah. Pemerintah memiliki peran agar kebijakan tersebut diterapkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat. Sesuai dengan Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom, dalam bidang lingkungan hidup memberikan pengakuan politis melalui transfer otoritas dari pemerintah pusat kepada daerah:
1.    Meletakkan daerah pada posisi penting dalam pengelolaan lingkungan hidup.
2.    Memerlukan peranan lokal dalam mendesain kebijakan.
3.    Membangun hubungan interdependensi antar daerah.
4.    Menetapkan pendekatan kewilayahan.

2.6      Karakteristik Ekologi Sumber Daya Alam


Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.

1. Sumber daya alam berdasarkan jenis :
sumber daya alam hayati / biotik
adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup.
contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
sumber daya alam non hayati / abiotik
adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati.
contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain

2. Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan :
sumber daya alam yang dapat diperbaharui / renewable
yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan.
contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui / non renewable
ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.
contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited
contoh : sinar matahari, arus air laut, udara,  dan lain lain.

3. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
sumber daya alam penghasil bahan baku
adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi.
contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
sumber daya alam penghasil energi
adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi.
misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.

Pengelolaan sumber daya alam
Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.
1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang
maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan
agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi
sumber daya alam.
3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang
ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan
pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
a. Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber
daya untuk pembaruannya.
b. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin
pertumbuhan sumber daya alam hayati.
c. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya
dengan daur ulang.
d. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses
pembaruannya.

Faktor-faktor pembatas ekologis ini perlu diperhitungkan agar pembangunan membawa hasil yang lestari.Hubungan antara pengawetan ekosistem dan perubahan demi pembangunan demi pembangunan ada tiga prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Kebutuhan untuk memperhatikan kemampuan untuk membuat pilihan penggunaan sumber alam di masa depan.
2. Kenyataan bahwa peningkatan pembangunan pada daerah-daerah pertanian tradisional yang telah terbukti berproduksi baik mempunyai kemungkinan besar untuk memperoleh pengembalian modal yang lebih besar dibanding daerah yang baru.
3. Kenyataan bahwa penyelamatan masyarakat biotis dan sumber alam yang khas merupakan langkah pertama yang logis dalam pembangunan daerah baru, dengan alasan bahwa sumber alam tersebut tak dapat digantikan dalam arti pemenuhan kebutuhan dan aspirasi manusia, dan kontribusi jangka panjang terhadap pemantapan dan produktivitas daerah (Dasmann, 1973)
Seperti pernyataan diatas, Sumber daya alam ini adalah energi yang sifatnya tidak dapat digantikan. Proses penggantian ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Hampir setiap waktu sumber daya alam ini tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Beberapa sampel yang bisa kita lihat bahwa sember daya alam ini tak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari.
Untuk menjamin keberlanjutan fungsi layanan sosial-ekologi alam dan keberlanjutan sumberdaya alam dalam cakupan wilayah yang lebih luas maka pendekatan perencanaan SDA dengan instrumen penataan ruang harus dilakukan dengan mempertimbangkan bentang alam dan kesatuan layanan ekosistem, endemisme dan keterancaman kepunahan flora-fauna, aliran-aliran energi sosial dan kultural, kesamaan sejarah dan konstelasi geo-politik wilayah.
Dengan pertimbangan-pertimbangan ini maka pilihan-pilihan atas sistem budidaya, teknologi pemungutan/ekstraksi SDA dan pengolahan hasil harus benar-benar mempertimbangkan keberlanjutan ekologi dari mulai tingkat ekosistem lokal sampai ekosistem regional yang lebih luas. Dengan pendekatan ekosistem yang diperkaya dengan perspektif kultural seperti ini tidak ada lagi “keharusan” untuk menerapkan satu sistem PSDA untuk wilayah yang luas. Hampir bisa dipastikan bahwa setiap ekosistem bisa jadi akan membutuhkan sistem pengelolaan SDA yang berbeda dari ekosistem di wilayah lain.
Keberhasilan kombinasi beberapa pendekatan seperti ini membutuhkan partisipasi politik yang tinggi dari masyarakat adat dalam proses penataan ruang dan penentuan kebijakan pengelolaan SDA di wilayah ekosistem. Semakin tinggi partisipasi politik dari pihak-pihak berkepentingan akan menghasilkan rencana tata ruang yang lebih akomodatif terhadap kepentingan bersama yang “intangible” yang dinikmati bersama oleh banyak komunitas yang tersebar di seluruh wilayah ekosistem tersebut, seperti jasa hidrologis. Dalam konteks ini maka membangun kapasitas masyarakat adat yang berdaulat (mandiri) harus diimbangi dengan jaringan kesaling-tergantungan (interdependency) dan jaringan saling berhubungan (interkoneksi) antar komunitas dan antar para pihak. Untuk bisa mengelola dinamika politik di antar para pihak yang berbeda kepentingan seperti ini dibutuhkan tatanan organisasi birokrasi dan politik yang partisipatif demokrasi (participatory democracy).
Kondisi seperti ini bisa diciptakan dengan pendekatan informal, misalnya dengan membentuk “Dewan Konsultasi Multi-Pihak tentang Kebijakan Sumber Daya Alam Wilayah/Daerah” atau “Forum Multi-Pihak Penataan Ruang Wilayah/Daerah” yang berada di luar struktur pemerintahan tetapi secara politis dan hukum memiliki posisi cukup kuat untuk melakukan intervensi kebijakan. Untuk wilayah/kabupaten yang populasi masyarakat adatnya cukup banyak, maka wakil masyarakat adat dalam lembaga seperti ini harus ada.


2.7      Daya Dukung Lingkungan


Kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup yang meliputi ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Keberadaan sumber daya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung lingkungan pada setiap daerah akan berbeda-beda. Daya dukung lingkungan ditentukan oleh banyak factor, baik faktor biofisik maupun social – budaya – ekonomi. Faktor itu saling dipengaruhi.
Faktor biofisik penting, Karena menentukan daya dukung lingkungan ialah proses ekologi yang merupakan system pendukung kehidupan dan keanekaan jenis yang merupakan sumberdaya gen, misalnya hutan adalah salah satu factor ekologi dalam system pendukung kehidupan. Hutan melakukan proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen yang kita perlukan untuk pernapasan kita.
Faktor sosial buda juga mampunyai peranan yang sangat penting, bahkan menentukan daya dukung lingkungan, sebab akhirnya manusialah yang menentukan apakah pembanguanan akan berjalan terus atau terhenti. Oleh karena itu, pemanfaatanya harus dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut:
·                Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
·                Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
·                Mengembangkan metode penambangan dan pemrosesan yang lebih efisien serta dapat didaur ulang.
·                Melaksanakan etika lingkungan dengan menjaga kelestarian alam.


2.8      Keterbatasan Kemampuan Manusia

Setiap kegiatan manusia di alam ini, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Kegiatan manusia yang meningkat dan juga jumlah penduduk yang terus bertambah juga akan memanfaatkan penggunaan sumber daya alam sebagai sumber energi dan hara yang dapat mengganggu sistem energi dan sistem hara dalam lingkungan.
Lingkungan juga mempunyai potensi untuk menyembuhkan kembali sistemnya apabila gangguan tersebut tidak melebihi daya dukung lingkungan, sedangkan bila terlampaui maka mulai terjadi masalah lingkungan karena kualitasnya akan menurun bahkan sampai rusak dan tidak dapat diperbaiki kembali atau lingkungan telah tercemar.
Lingkungan yang tercemar akan mengurangi kemanfaatannya bagi kehidupan makhluk, terutama manusia. Untuk itu sumber pencemaran harus dikenali dan kemudian dikendalikan. Salah satu upaya dalam pengelolaan lingkungan adalah mengatur beban pencemaran dari sumbernya baik sumber pencemaran udara, air maupun limbah padat sehingga informasi tentang besarnya beban pencemaran darisetiap sumber amat berguna dalam upaya pengelolaan lingkungan tersebut.


BAB III PENUTUP


3.1      Kesimpulan


Sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui merupakan kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Seperti Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Meskipun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan.Perubahan tekanan suhu panas, selama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut.
sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui sumber daya alam hayati macam macam sumber daya alam jenis jenis sumber daya alam contoh sumber daya alam dan manfaatnya makalah sumber daya alam artikel sumber daya alam manfaat sumber daya alam


3.2      Saran

Ekologi Sumber Daya Alam sangatlah penting maka dari itu kita harus bisa menjaga dan melestarikan semaksimal mungkin agar ekologi dan sumber daya alam tetap terjaga. Kita sebagai penerus bangsa harus sadar akan ekologi sumber daya alam. Oleh karena itu kita harus bisa memanfaatkan SDA dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan, jangan terlalu berlebihan. Karena kelak anak cucu kita pasti memerlukan SDA untuk kelangsungan hidupnya.

sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui sumber daya alam hayati macam macam sumber daya alam jenis jenis sumber daya alam contoh sumber daya alam dan manfaatnya makalah sumber daya alam artikel sumber daya alam manfaat sumber daya alam

Read More

BAB I
PENDAHULUAN


Makalah kesulitan Belajar- Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsure yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada dalam sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarga sendiri.

Pada masa sekarang ini banyak sekali anak-anak mengalami kesulitan dalam belajar. Hal tersebut tidak hanya dialami oleh siswa-siswa yang berkemampuan kurang saja. Hal tersebut juga dialami oleh siswa-siswa yang berkemampuan tinggi. Selain itu, siswa yang berkemampuan rata-rata juga mengalami kesulitan dalam belajar. Sedang yang namanya kesulitan belajar itu merupakan kondisi proses belajar yang ditandai oleg hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai kesuksesan.

Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi yang rendah (kelainan mental) akan tetapi juga disebabkan oleh faktor-faktor non-intelegensi. Dengan demikian, IQ yang tinggi belum tentu mendapat jaminan keberhasilan belajar, karena dalam rangka memperoleh dan meningkatkan kemampuan belajarnya.

Setiap siswa memiliki perbedaan dalam hal intelektual, kemampuan fisik, latar belakang keluarga, kebiasaan dan pendekatan belajar. Semua perbedaan  tersebut sangat berpengaruh terhadap proses belajar seorang anak. Pada umumnya, peserta didik yang mengalami kesulitan belajar adalah anak-anak yang tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan, ataupun gangguan dalam belajar. Hal yang paling mendasar adalah anak yang memiliki keterbatasan mental dan IQ dibawah rata.


Rumusan Masalah Kesulitan Belajar.

Dari latar belakang  yang ada, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
a.       Apa pengertian kesulitan belajar?
b.      Apa sajakah faktor-faktor kesulitan belajar?
c.       Bagaimanakah diagnosis kesulitan belajar?
d.      Apa sajakah jenis-jenis kesulitan belajar?
e.       Bagaimana karakteristik kesulitan belajar?
f.       Bagaimana ciri-ciri kesulitan belajar dan gejalanya?


Tujuan Dari Makalah Kesulitan Belajar

a.       Pengertian kesulitan belajar
b.      Faktor-faktor kesulitan belajar
c.       Diagnosis kesulitan belajar
d.      Jenis-jenis kesulitan belajar
e.       Karakteristik kesulitan belajar
f.       Ciri-ciri kesulitan belajar dan gejalanya

Kajian Teori Kesulitan Belajar

Gangguan yang menyebabkan masalah dalam berbicara, mendengarkan, membaca, menulis atau kemampuan matematika, juga gangguan perkembangan spesifik. Kesulitan belajar adalah gangguan dalam kemampuan belajar termasukdalam hal berbicara, membaca, menulis, atau kemampuan matematika. Anak yang mengalami kesulitan belajar terlihat dari kemampuan akademiknya satu atau dua tahun dibawah dari anak usianya dengan intelegensi normal. Sering kali kesulitan belajar ini tampak bersamaan dengan kesuliotan lain seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactyvity Disorder) yang disebabkan ketidakteraturan fungsi daribagian tertentu pada otak.

Ada dua faktor yang menyebabkan kesulitan belajar seorang peserta didik, diantaranya:
1.     Faktor intern siswa
2.     Faktor ekstern siswa

Untuk menghadapi kesulitan belajar yang muncul terhadap peserta didik, guru harus bisa mengenal gejala-gejala yang timbul dalam proses belajar seorang anak. Dari gejala-gejala yang tampak itu, guru bisa menginterpretasi bahwa siswa tersebut mengalami kesulitan belajar dan guru juga bisa melakukan penyelidikan terhadap si anak, melalui beberapa cara seperti observasi, interview, tes diagnotic, dan dokumentasi.

Dengan adanya penyelidikan tersebut, guru (pendidik) bisa mencari alternatif untuk mengatasi kesulitan belajar dan penanggulangannya.

Ada beberapa metode yang bisa ditempuh dalam menanggulangi kesulitan belajar seorang peserta didik, diantaranya:
1.     Pengumpulan data
2.     Pengolahan data
3.     Diagnosis
4.     Prognosis
5.     Evalusi

BAB II
MASALAH KESULITAN BELAJAR DAN
PENANGGULANGANNYA
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Kesulitan Belajar

Setiap siswa pada prinsipnya tentu berhak memperoleh peluang untuk mencapai kinerja akademik (academic performance) yang memuaskan. Namun, dari kenyataan sehari-hari tampak jelas bahwa siswa itu memiliki perbedaan dalam hal kemampuan intelektual, kemampuan fisik, latar belakang keluarga, kebiasaan dan pendekatan belajar yang terkadang sangat mencolok antara seorang siswa dengan siswa lainnya.

Makalah kesulitan belajar pdf makalah kesulitan belajar dan cara mengatasinya latar belakang diagnosis kesulitan belajar makalah kesulitan belajar matematika latar belakang kesulitan belajar pada anak pengertian kesulitan belajar menurut para ahli teori kesulitan belajar menurut para ahli latar belakang timbulnya kesulitan belajar makalah kesulitan belajar pdf makalah kesulitan belajar dan cara mengatasinya latar belakang diagnosis kesulitan belajar makalah kesulitan belajar matematika latar belakang kesulitan belajar pada anak pengertian kesulitan belajar menurut para ahli teori kesulitan belajar menurut para ahli latar belakang timbulnya kesulitan belajar

Sementara itu, penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah kita pada umumnya hanya ditujukan kepada para siswa yang berkemampuan rata-rata, sehingga siswa yang berkemampuan lebih atau yang berkemampuan kurang itu terabaikan. Dengan demikian, siswa-siswa yang berkategori “di luar rata-rata” itu (sangat pintar dan sangat bodoh) tidak mendapat kesempatan yang memadai untuk berkembang sesuai dengan kapasitasnya.

Kesulitan belajar adalah kondisi dimana anak dengan kemampuan intelegensi rata-rata atau di atas rata-rata, namun memiliki ketidakmampuan atau kegagalan dalam belajar yang berkaitan dengan hambatan dalam proses persepsi, konseptualisasi, berbahasa, memori, serta pemusatan perhatian, penguasaan diri, dan fungsi integrasi sensori motorik (Clement, dalam Weiner, 2003). Berdasarkan pandangan Clement tersebut maka pengertian kesulitan belajar adalah kondisi yang merupakan sindrom multidimensional yang bermanifestasi sebagai kesulitan belajar spesifik (spesific learning disabilities), hiperaktivitas dan/atau distraktibilitas dan masalah emosional

Dari sini timbullah apa yang disebut kesulitan belajar (learning difficulty) yang tidak hanya menimpa siswa berkemampuan rendah saja, tetapi juga dialami oleh siswa yang berkemampuan tinggi. Selain itu kesulitan belajar juga dapat dialami oleh siswa yang berkemampuan rata-rata (normal) disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang menghambat tercapainya kinerja akademik yang sesuai dengan harapan.

2.2  Faktor-faktor Kesulitan Belajar

Fenomena kesulitan belajar seorang siswa biasanya tampak jelas dari menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajarnya. Namun, kesulitan belajar juga dapat dibuktikan dengan munculnya kelainan perilaku (misbehavior) siswa seperti kesukaan berteriak-teriak di dalam kelas, mengusik teman, berkelahi, sering tidak masuk kuliah, dan sering minggat dari sekolah.

Secara garis besar, faktor-faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar terdiri atas dua macam.
1.      Faktor intern siswa, yakni hal-hal atau keadaan-keadaan yang muncul dari dalam siswa sendiri.
2.      Faktor ektern siswa, yakni hal-hal atau keadaan-keadaan yang datang dari luar diri siswa.
Kedua faktor ini meliputi aneka ragam hal dan keadaan yang antara lain tersebut dibawah ini.

A.      Faktor intern siswa

  Faktor intern siswa meliputi gangguan atau ketidakmampuan psiko-fisik siswa, yakni:
1.      Yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual/intelegensi siswa;
2.      Yang bersifat afektif (ranah rasa), antara lain seperti labilnya emosi dan sikap;
3.      Yang bersifat psikomotor (ranah karsa), antara lain seperti terganggunya alat-alat indera penglihatan dan pendengar (mata dan telinga)

a. Fisiologi
Faktor fisiologi adalah factor fisik dari anak itu sendiri. seorang anak yang sedang sakit, tentunya akan mengalami kelemahan secara fisik, sehingga proses menerima pelajaran, memahami pelajaran menjadi tidak sempurna. Selain sakit factor fisiologis yang perlu kita perhatikan karena dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah cacat tubuh, yang dapat kita bagi lagi menjadi cacat tubuh yang ringan seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan, serta gangguan gerak, serta cacat tubuh yang tetap (serius) seperti buta, tuli, bisu, dan lain sebagainya. makalah kesulitan belajar pdf makalah kesulitan belajar dan cara mengatasinya latar belakang diagnosis kesulitan belajar makalah kesulitan belajar matematika latar belakang kesulitan belajar pada anak pengertian kesulitan belajar menurut para ahli teori kesulitan belajar menurut para ahli latar belakang timbulnya kesulitan belajar

b. Psikologis
Faktor psikologis adalah berbagai hal yang berkenaan dengan berbagai perilaku yang ada dibutuhkan dalam belajar. Sebagaimana kita ketahui bahwa belajar tentunya memerlukan sebuah kesiapan, ketenangan, rasa aman. Selain itu yang juga termasuk dalam factor psikoogis ini adalah intelligensi yang dimiliki oleh anak. Anak yang memiliki IQ cerdas (110 – 140), atu genius (lebih dari 140) memiliki potensi untuk memahami pelajaran dengan cepat. Sedangkan anak-anak yang tergolong sedang (90 – 110) tentunya tidak terlalu mengalami masalah walaupun juga pencapaiannya tidak terlalu tinggi. Sedangkan anak yang memiliki IQ dibawah 90 ataubahkan dibawah 60 tentunya memiliki potensi mengalami kesulitan dalam masalah belajar. Untuk itu, maka orang tua, serta guru perlu mengetahui tingkat IQ yang dimiliki anak atau anak didiknya. Selain IQ factor psikologis yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah bakat, minat, motivasi, kondisi kesehatan mental anak, dan juga tipe anak dalam belajar.

B.     Faktor ektern siswa

Faktor ektern siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa. Dari lingkungannya dibagi menjadi 3 macam:.

1. Lingkungan keluarga, contohnya: ketidakharmonisan hubungan antara ayah dan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga.

2. Lingkungan perkampungan/masyarakat, contohnya: wilayah perkampungan kumuh (slum area), dan teman sepermainan (peer group) yang nakal.

3. Lingkungan sekolah, contohnya: kondisi dan letak gedung yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru serta alat-alat belajar yang berkualitas rendah.

Adapun faktor-faktor ekternnya adalah sebagai berikut:
a. Social. Yaitu faktor-faktor seperti cara mendidik anak oleh orang tua mereka di rumah. Anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian yang cukup tentunya akan berbeda dengan anak-anak yang cukup mendapatkan perhatian, atau anak yang terlalu diberikan perhatian. Selain itu juga bagimana hubungan orang tua dengan anak, apakah harmonis, atau jarang bertemu, atau bahkan terpisah. Hal ini tentunya juga memberikan pengaruh pada kebiasaan belajar anak makalah kesulitan belajar pdf makalah kesulitan belajar dan cara mengatasinya latar belakang diagnosis kesulitan belajar makalah kesulitan belajar matematika latar belakang kesulitan belajar pada anak pengertian kesulitan belajar menurut para ahli teori kesulitan belajar menurut para ahli latar belakang timbulnya kesulitan belajar

b.Non-social Faktor-faktor non-sosial yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah factor guru di sekolah, kurikulum dan sebagainya.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli yang menaruh perhatian terhadap masalah kesulitan belajar, ditemukan sejumlah faktor penyebabnya, diantaranya
1. Keturunan
Di Swedia, Hallgren melakukan penelitian dengan objek keluarga dan menemukan rata-rata anggota tersebut mengalami kesulitan dalam membaca, menulis dan mengija, setelah diteliti secara lebih mendalam, ternyata salah satu faktor penyebabnya adalah faktor keturunan.

2. Otak
Ada pendapat yang menyatakan bahwa anak yang lamban belajar mengalami gangguan pada syaraf otaknya. Pendapat ini telah menjadi perdebatan yang cukup sengit. Beberapa peneliti menganggap bahwa terdapat kesamaan ciri pada perilaku anak yang mengalami kelambanan atau kesulitan belajar dengan anak yan ab-normal. Hanya saja anak yang lamban atau kesulitan belajar memiliki adanya sedikit tanda cedera pada otak, oleh karena itu para ahli tidak terlalu menganggap cedera otak sebagai penyebabnya, kecuali ahli syaraf membuktikan ini.

3. Pemikiran
Siswa yang mengalami kesulitan belajar akan menmgalami kesulitan dalam menerima penjelasan tentang pelajaran. Salah satu penyebabnya adalah mereka tidak dapat mengorganisasikan cara berpikir secara baik dan sistematis. Para ahli berpendapat bahwa mereka perlu dilatih berulang-ulang, dengan tujuan meningkatkan daya belajarnya.

4. Gizi
Berdasarkan penelitian para ahli yang dilakukan terhadap anak-anak dan binatang, ditemukan bahwa ada kaitan yang erat antara kesulitan belajar dengan kekurangan gizi. Artinya, kekurangan gizi menjadi salah satu penyebab terjadinya kelambanan atau kesulitan belajar.

5. Lingkungan
Faktor-faktor lingkungan adalah hal-hal yang tidak menguntungkan yang dapat nengganggu perkembngan mental anak, baik yang terjadi di dalam keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Meskipun faktor ini dapat pengaruhi kesulitan belajar, tetapi bukan satu-satunya faktor penyebab terjadinya kesulitan belajar. Namun, yang pasti faktor tersebut dapat mengganggu ingatan dan daya konsentrasi anak.

6. Biokimia
Pengaruh penggunaan obat atau bahan kimia lain terhadap kesulitan belajar masih menjadi kontroversi. Penelitian yang dilakukan oleh Adelman dan Comfers (dalam Kirk & Ghallager, 1986) menemukan bahwa obat stimulan dalam jangka pendek dapat mengurangi hiperaktivitas. Namun beberapa tahun kemudian penelitian Levy (dalam Kirk & Ghallager, 1986) membuktikan hal yang sebaliknya. Penemuan kontroversial oleh Feingold menyebutkan bahwa alergi, perasa dan pewarna buatan hiperkinesis pada anak yang kemudian akan menyebabkan kesulitan belajar. Ia lalu merekomendasikan diet salisilat dan bahan makanan buatan kepada anak-anak yang mengalami kesulitan belajar.

Selain faktor-faktor yang bersifat umum diatas, adapula faktor yang yang juga menimbulkan kesulitan belajar siswa. Diantara faktor-faktor yang dapat dipandang sebagai faktor khusus ini ialah sindrom psikologis berupa learning disability (ketidakmampuan belajar). Sindrom (syndrome) yang berarti satuan gejala yang muncul sebagai indikator adanya keabnormalan psikis (Reber,1998) yang menimbulkan kesulitan belajar itu.

1.        Disleksia (dyslexia), yakni ketidakmampuan membaca.
2.        Disgrafia (dysgraphia), yakni ketidakmampuan belajar menulis.
3.        Diskalkulia (dyscalculia), yakni ketidakmampuan belajar matematika.

Akan tetapi, siswa yang mengalami sindrom-sindrom diatas secara umum sebenarnya memiliki potensi IQ yang normal bahkan diantaranya ada yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Oleh karenanya, kesulitan belajar siswa yang menderita sindrom-sindrom tadi mungkin hanya disebabkan oleh adanya minimal brain dysfunction, yaitu gangguan ringan pada otak (Lask, 1985: Rebert, 1988).

2.3 Diagnosis Kesulitan Belajar

Sebelum menetapkan alternatif pemecahan masalah kesulitan belajar siswa, guru sangat dianjurkan terlebih dahulu melakukan identifikasi (upaya mengenal gejala dengan cermat) terhadap fenomena yang menunjukkan kemungkinan adanya kesulitan belajar yang melanda siswa tersebut. Upaya seperti ini disebut diagnosis yang bertujuan menetapkan “jenis penyakit” yakni jenis kesulitan belajar siswa.
Dalam melakukan diagnosis diperlukan adanya prosedur yang terdiri atas langkah-langkah tertentu yang diorientasikan pada ditemukannya kesulitan belajar jenis tertentu yang dialami siswa. Prosedur seperti ini dikenal sebagai “diagnostik” kesulitan belajar. makalah kesulitan belajar pdf makalah kesulitan belajar dan cara mengatasinya latar belakang diagnosis kesulitan belajar makalah kesulitan belajar matematika latar belakang kesulitan belajar pada anak pengertian kesulitan belajar menurut para ahli teori kesulitan belajar menurut para ahli latar belakang timbulnya kesulitan belajar



2.4 Jenis Kesulitan Belajar

Jenis kesulitan belajar ini dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut:  Dilihat dari jenis kesulitan belajar: ada yang berat ada yang sedang. Dilihat dari bidang studi yang dipelajari: ada yang sebagian bidang studi yang dipelajari, dan ada yang keseluruhan bidang studi. Dilihat dari sifat kesulitannya: ada yang sifatnya permanen / menetap, dan ada yang sifatnya hanya sementara. Dilihat dari segi factor penyebabnya: ada yang Karena factor intelligensi, dan ada yang karena factor bukan intelligensi.Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah karakterisktik siswa yang beraneka ragam. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan.

Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis. Kesulitan belajar siswa mencakup pengetian yang luas, diantaranya : (a) learning disorder; (b) learning disfunction; (c) underachiever; (d) slow learner, dan (e) learning diasbilities.

1. Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Pada dasarnya, yang mengalami kekacauan belajar, potensi dasarnya tidak dirugikan, akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan, sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate, tinju dan sejenisnya, mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai.

2. Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat dria, atau gangguan psikologis lainnya. Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley, namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley, maka dia tidak dapat menguasai dengan baik.

3. Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140), namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau rendah.

4. Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.

5. Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya.

2.5 Karakteristik Kesulitan Belajar

Menurut Valett (dalam Sukadji, 2000) terdapat tujuh karakteristik yang ditemui pada anak dengan kesulitan belajar. Kesulitan belajar disini diartikan sebagai hambatan dalam belajar, bukan kesulitan belajar khusus.

1) Sejarah kegagalan akademik berulang kali Pola kegagalan dalam mencapai prestasi belajar ini terjadi berulang-ulang. Tampaknya memantapkan harapan untuk gagal sehingga melemahkan usaha.

2) Hambatan fisik/tubuh atau lingkungan berinteraksi dengan kesulitan belajar
Adanya kelainan fisik, misalnya penglihatan yang kurang jelas atau pendengaran yang terganggu berkembang menjadi kesulitan belajar yang jauh di luar jangkauan kesulitan fisik awal.

3) Kelainan motivasional Kegagalan berulang, penolakan guru dan teman-teman sebaya, tidak adanya reinforcement. Semua ini ataupun sendiri-sendiri cenderung merendahkan mutu tindakan, mengurangi minat untuk belajar, dan umumnya merendahkan motivasi atau memindahkan motivasi ke kegiatan lain.

4) Kecemasan yang samar-samar, mirip kecemasan yang mengambang Kegagalan yang berulang kali, yang mengembangkan harapan akan gagal dalam bidang akademik dapat menular ke bidang-bidang pengalaman lain. Adanya antisipasi terhadap kegagalan yang segera datang, yang tidak pasti dalam hal apa, menimbulkan kegelisahan, ketidaknyamanan, dan semacam keinginan untuk mengundurkan diri. Misalnya dalam bentuk melamun atau tidak memperhatikan.

5) Perilaku berubah-ubah, dalam arti tidak konsisten dan tidak terduga Rapor hasil belajar anak dengan kesulitan belajar cenderung tidak konstan. Tidak jarang perbedaan angkanya menyolok dibandingkan dengan anak lain. Ini disebabkan karena naik turunnya minat dan perhatian mereka terhadap pelajaran. Ketidakstabilan dan perubahan yang tidak dapat diduga ini lebih merupakan isyarat penting dari rendahnya prestasi itu sendiri

6) Penilaian yang keliru karena data tidak lengkap Kesulitan belajar dapat timbul karena pemberian label kepada seorang anak berdasarkan informasi yang tidak lengkap. Misalnya tanpa data yang lengkap seorang anak digolongkan keterbelakangan mental tetapi terlihat perilaku akademiknya tinggi, yang tidak sesuai dengan anak yang keterbelakangan mental.

7) Pendidikan dan pola asuh yang didapat tidak memadai Terdapat anak-anak yang tipe, mutu, penguasaan, dan urutan pengalaman belajarnya tidak mendukung proses belajar. Kadang-kadang kesalahan tidak terdapat pada sistem pendidikan itu sendiri, tetapi pada ketidakcocokan antara kegiatan kelas dengan kebutuhan anak. Kadang-kadang pengalaman yang didapat dalam keluarga juga tidak mendukung kegiatan belajar .




2.6 Ciri-Ciri Kesulitan Belajar dan Gejalanya

1.  Gangguan Persepsi Visual
·         Melihat huruf/angka dengan posisi yang berbeda dari yang tertulis, sehingga seringkali terbalik dalam menuliskannya kembali.
·         Sering tertinggal huruf dalam menulis. Menuliskan kata dengan urutan yang salah misalnya: ibu ditulis ubi.
·         Kacau (sulit memahami) antara kanan dan kiri.
·         Bingung membedakan antara obyek utama dan latar belakang.
·         Sulit mengkoordinasi antara mata (penglihatan) dengan tindakan (tangan, kaki dan lain-lain).

2.  Gangguan Persepsi Auditori
a.       Sulit membedakan bunyi; menangkap secara berbeda apa yang didengarnya.
b.      Sulit memahami perintah, terutama beberapa perintah sekaligus.
c.       Bingung/kacau dengan bunyi yang datang dari berbagai penjuru (sulit menyaring) sehingga susah mengikuti diskusi, karena sementara mencoba memahami apa yang sedang didengar, sudah datang suara (masalah) lain.

3.  Gangguan Belajar Bahasa
-          Sulit memahami/menangkap apa yang dikatakan orang kepadanya.
-          Sulit mengkoordinasikan/mengatakan apa yang sedang dipikirkan.

4.  Gangguan Perseptual-Motorik
•         Kesulitan motorik halus (sulit mewarnai, menggunting, menempel, dsb.)
•         Memiliki masalah dalam koordinasi dan disorientasi yang mengakibatkan canggung dan kaku dalam gerakannya.

5.  Hiperaktivitas
-          Sukar mengontrol aktifitas motorik dan selalu bergerak (tak bisa diam)
-          Berpindah-pindah dan satu tugas ke tugas lain tanpa menyelesaikannya

6.  Kacau (distractability)
·         Tidak dapat membedakan stimulus yang penting dan tidak penting
·         Tidak teratur, karena tidak memiliki urutan- urutan dalam proses pemikiran
·         Perhatiannya sering berbeda dengan apa yang sedang dikerjakan

2.7 Pengertian Kesulitan Belajar

Setiap siswa pada prinsipnya tentu berhak memperoleh ruang untuk mencapai kinerja-kinerja akademik (academic perpormance) yang memuaskan. Namun dari kenyataan sehari-hari tampak jelas bahwa siswa memiliki perbedaan dalam hal kemampuan intelektual, kemampuan fisik, latar belakang keluarga, kebiasaan dan pendekatan belajar yang terkadang sangat mencolok antara seorang siswa dengan siswa lainnya.

Makalah kesulitan belajar pdf makalah kesulitan belajar dan cara mengatasinya latar belakang diagnosis kesulitan belajar makalah kesulitan belajar matematika latar belakang kesulitan belajar pada anak pengertian kesulitan belajar menurut para ahli teori kesulitan belajar menurut para ahli latar belakang timbulnya kesulitan belajar

Sementara itu, penyelenggaraan pendidikan disekolah-sekolah kita pada umumnya hanya ditujukan kepada para siswa yang berkemampuan rata-rata sehingga siswa yang berkemampuan lebih atau yang berkemampuan kurang terabaikan. Dengan demikian siswa-siswa yang berkatagori” diluar rata-rata” itu(sangat pintar dan sangat bodoh) tidak mendapatkan kesempatan yang memadai untuk berkembang sesuai dengan kapasitasnya. Dari sini kemudian timbullah apa yang disebut kesulitan belajar (learning dificulty) yang tidak hanya menimpa siswa berkemampuan rendah saja, tetapi juga dialami oleh siswa yang berkemampuan tinggi. Selain itu, kesulitan belajar itu juga dapat dialami oleh siswa berkemampuan rata-rata(normal) disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang menghambat tercapainya kinerja akademik yang sesuai dengan harapan.

2.8 Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

Fenomena kesulitan belajar seorang siswa biasanya tampak jelas dari menurunnya kinerja akademik atau prestasi beljarnya. Namun, kesulitan belajar juga dapat dibuktikan dengan munculnya kelainan perilaku(misbehavior) siswa seperti kesukaan berteriak-teriak dalam kelamengusik teman, berkelahi, sering tidak masuk sekolah dan cabut dari sekolah.

Makalah kesulitan belajar pdf makalah kesulitan belajar dan cara mengatasinya latar belakang diagnosis kesulitan belajar makalah kesulitan belajar matematika latar belakang kesulitan belajar pada anak pengertian kesulitan belajar menurut para ahli teori kesulitan belajar menurut para ahli latar belakang timbulnya kesulitan belajar

Secara garis besar faktor-faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar terdiri dari 2 macam:
1. Faktor intern siswa
Yakni hal-hal atau keadaan yang muncul dari dalam diri siswa sendiri, dan faktor intern siswa meliputi gangguan atau kekurangmampuan psikofisik siswa, yakni:

a. Yang bersifat kognitif(ranah cipta) antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual/inteligensi siswa.
b.Yang bersifat afektif(ranah rasa) antara lain seperti labilnya emosi dan sikap.
c. Yang bersifat psikomotorik(ranah karsa) antara lain seperti terganggunya alat-alat indera penglihat dan pendengar  (mata dan telinga).

2.Faktor ekstern siswa
Yaitu hal-hal atau keadaan yang datang dari luar diri siswa. Faktor ekstern siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktifitas belajar siswa. Faktor ini dapat dibagi tiga macam:
a.       Lingkungan keluarga, contohnya: ketidakharmonisan hubungan antara ayah dengan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga.
b.      Lingkungan masyarakat, contohnya: wilayah perkampungan kumuh(sium area), dan teman sepermainan(peer group) yang nakal.
c.       Lingkungan sekolah, contohnya: kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru serta alat-alat belajar yang berkualitas rendah.

2.9 Cara Mengenal Anak Didik Yang Mengalami Kesulitan Belajar

Seperti telah dijelaskan bahwa anak didik yang mengalami kesulitan belajar adalah anak didik yang tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan, atau gangguan dalam belajar, sehingga menampakkan gejala-gejala yang bisa diamati oleh orang lain, guru, ataupun orangtua.


Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan dalam belajar, misalnya:
1.      Menunjukkan prestasi yang rendah/dibawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas.
2.      Hasil yang di capai tidak seimbang dengan usaha yang di lakukan. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah.
3.      Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar. Ia selalu tertinggal dengan kawan-kawannya dalam segala halnya: dalam mengerjakan soal-soal, dalam menyelesaikan tugas-tugas.
4.      Menunjukkan sikap yang kurang wajar, seperti: acuh tak acuh, berpura-pura, dusta, dll.
5.      Menunjukan tingkah laku yang berlainan,misalnya mudah tersinggung, murung, pemarah, bingung, cemberut, kurang gembira, selalu sedih.

Dari gejala-gejala yang tampak itu, guru (pembimbing) bisa menginterprestasi bahwa ia kemungkinan mengalami kesulitan balajar. Disamping melihat gejala- gejala yang tampak, guru pun bisa melakukan penyelidikan antara lain dengan:
a.       Observasi
Adalah suatu cara memperoleh data dengan langsung mengamati terhadap objek. Sambil melakukan observasi, dilakukan pencatatan terhadap gejala- gejala yang tampak pada diri subjek, kemudian di seleksi untuk dipilih yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
b.      Interview
Adalah cara mendapatkan datadengan wawancara langsung terhadap orang yang di selidiki atau terhadap orang lain yang dapat memberikan informasi tentang orang yang di selidiki (guru, orang tua, teman intim). Untuk menyelidiki murid yang mengalami kesulitan belajar, interview, bisa di laksanakan langsung atau tidak langsung.
c.       Tes diagnostic
Adalah salah satu cara mengumpulkan data dengan tes. Menurut cronbach, tes adalah: suatu prosedur yang sistematis untuk membandingkan kelakuan dari dua orang atau lebih. Untuk mengetahui murid yang mengalami kesulitan belajar tes meliputi: tes buatan guru (teacher made test) yang terkenal dengan tes diagnosting tes psikologis. Sebab yang mengalami kesulitan belajar itu mungkin di sebabkan IQ rendah, tidak memiliki bakat, mentalnya minder dll, sehingga di perlukan tes psikologis. Untuk mengetahui IQ bisa di gunakan: tes SPM (standard progressif matrics), dsb.
d.      Dokumentasi
Adalah cara mengetahui sesuatu dengan melihat catatan-catatan, arsip-arsip, dokumen-dokumen yang berhubungan dengan orang yang di selidiki. Untuk mengenal murid yang mengalami kesulitan belajar bisa melihat:
-          Riwayat hidupnya
-          Kehadiran murid didalam mengikuti pelajaran
-          Memiliki daftar pribadinya
-          Catatan harinya
-          Catatan kesehatan
-          Daftar hadir di sekolah
-          Kumpulan ulangan
-          Rapor, dll.

Setelah data terkumpul kemudian diseleksi, tinggal data-data yang diperlukan, untuk dapat mengatakan murid mana yang mengalami kesulitan belajar, diperlukan patokan kesulitan belajar.

2.10 Usaha Mengatasi Kesulitan Belajar Serta Penanganannya

Dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar tidak bisa diabaikan dengan kegiatan mencari faktor-faktor yang diduga sebagai penyebabnya. Karena itu, mencari sumber-sumber penyebab utama dan sumber-sumber penyebab penyerta lainnya, mutlak dilakukan secara akurat, efektif, dan efisien.

Makalah kesulitan belajar pdf makalah kesulitan belajar dan cara mengatasinya latar belakang diagnosis kesulitan belajar makalah kesulitan belajar matematika latar belakang kesulitan belajar pada anak pengertian kesulitan belajar menurut para ahli teori kesulitan belajar menurut para ahli latar belakang timbulnya kesulitan belajar

Secara garis besar, langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar anak didik, dapat dilakukan 6 tahap, yaitu: pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, prognosis, treatment, dan evaluasi.


1.      Pengumpulan data
Untuk menemukan sumber penyebab kesulitan belajar, diperlukan banyak informasi. Untuk memperoleh informasi tersebut, maka perlu diadakan suatu pengamatan langsung yang disebut dengan pengumpulan data. Menurut Samisbani dan R isbani, dalam pengumpulan data dapat dipergunakan berbagai metode, diantaranya adalah:
a.       Observasi
b.      Kunjungan rumah
c.       Case study
d.      Case history
e.       Daftar pribadi
f.       Meneliti pekerjaan anak
g.      Tugas kelompok
h.      Melaksanakan test (baik tes IQ maupun tes prestasi/ achievement).

Dalam pelaksanaannya, metode-metode tersebut tidak harus semuanya digunakan secara bersama-sama akan tetapi tergantung pada masalahnya, kompleks atau tidak. Semakin rumit masalahnya, maka semakin banyak juga kemungkinan metode yang dapat dipergunakan, sebaliknya semakin sederhana masalahnya, mungkin dengan satu metode observasi saja, sudah dapat ditemukan faktor apa yang menyebabkan kesulitan belajar anak.

2.      Pengolahan data
Data yang telah terkumpul dari kegiatan tahap pertama tersebut, tidak ada artinya jika tidak diadakan pengolahan secara cermat. Semua data harus diolah dan dikaji untuk mengetahui secara pasti sebab-sebab kesulitan belajar yang dihadapi oleh anak.

Dalam pengolahan data, langkah yang ditempuh antara lain adalah:
a.       Identifikasi kasus
b.      Membandingkan antar kasus
c.       Membandingkan dengan hasil tes, dan
d.      Menarik kesimpulan

3.      Diagnosis
Diagnosis adalah keputusan (penentuan) mengenai hasil dari pengolahan data. Diagnosis ini dapat berupa hal-hal sebagai berikut:
a.       Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar anak(berat dan ringannya).
b.      Keputusan mengenai faktor-faktor yang ikut menjadi sumber penyebab kesulitan belajar.
c.       Keputusan mengenai faktor utama penyebab kesulitan belajar, dsb.

4.      Prognosis
Prognosis artinya”ramalan”. Apa yang telah ditetapkan dalam tahap diagnosis, akan menjadi dasar utama dalam menyusun dan menetapkan ramalan mengenai bantuan apa yang harus diberikan kepadanya untuk membantu mengatasi masalahnya.

Pendek kata, prognosis adalah merupakan aktivitas menyusun rencana/program yang diharapkan dapat mengatasi masalah kesulitan belajar anak didik.

5.      Treatment (Perlakuan)
Perlakuan disini maksudnya adalah pemberian bantuan kepada anak yang bersangkutan (yang mengalami kesulitan belajar) sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap prognosis tersebut. Bentuk treatment yang mungkin dapat diberikan:
-          Melalui bimbingan belajar individual.
-          Melalui bimbingan belajar kelompok.
-          Melalui remedial teaching untuk mata pelajaran tertentu.
-          Melalui bimbingan orang tua di rumah.
-          Pemberian bimbingan pribadi untuk mengatasi masalah-masalah psikologis.
-          Pemberian bimbingan mengenai cara belajar yang baik secara umum.
-          Pemberian bimbingan mengenai cara belajar yang baik sesuai dengan karakteriktik setiap mata pelajaran.

6.      Evalusi
Evaluasi disini dimaksudkan untuk mengetahui apakah treatment yang telah diberikan berhasil dengan baik. Artinya ada kemajuan, yaitu anak dapat dibantu keluar dari lingkaran masalah kesulitan belajar, atau gagal atau berhasil treatment yang telah diberikan kepada anak, dapat diketahui sampai sejauh mana kebenaran jawaban anak terhadap item-item soal yang diberikan dalam jumlah tertentu melalui alat evaluasi berupa tes prestasi belajar atau achievement test. Karenanya, perlu pengecekan kembali dengan cara mencari faktor-faktor penyebab dari kegagalan itu.

Agar tidak terjadi kesalahan pengertian, disini perlu ditegaskan bahwa pengecekan kembali hanya dilakukan bila terjadi di kegagalan treatment berdasarkan evaluasi, di mana hasil prestasi belajar anak didik masih rendah, di bawah standar. Dalam rangka pengecekan kembali atas kegagalan treatment, secara teoritis langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut:
a.       Re-ceking data (baik yang berhubungan dengan masalah pengumpulan maupun pengolahan data).
b.      Re-diagnosis
c.       Re-prognosis
d.      Re-treatment
e.       Re-evaluasi



BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Kesulitan dalam pembelajaran atau belajar merupakan suatu hal yang sering ditemui oleh para pendidik, terutama guru. Sebagai upaya untuk memberikan terapi terhadap permasalahan kesulitan belajar maka dapat ditempuh melalui media klinik pembelajaran. Pembelajaran merupakan wadah bagi guru untuk melakukan serangkaian upaya yaitu kegiatan refleksi, penemuan masalah, pemecahan masalah melalui beragam strategi untuk meningkatkan ketrampilan dalam mengelola pembelajaran. Strategi utama yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas.

makalah kesulitan belajar pdf makalah kesulitan belajar dan cara mengatasinya latar belakang diagnosis kesulitan belajar makalah kesulitan belajar matematika latar belakang kesulitan belajar pada anak pengertian kesulitan belajar menurut para ahli teori kesulitan belajar menurut para ahli latar belakang timbulnya kesulitan belajar

Karena Pembelajaran merupakan milik bersama para guru, maka tempat ini dapat digunakan dengan bebas untuk berdiskusi, melakukan refleksi atau merenung tentang proses pembelajaran yang telah dijalani, bersimulasi, misalnya bagaimana cara mengajarkan suatu konsep dengan menyenangkan, dan membuat catatan bersama-sama dengan teman sejawat. Dalam Pembelajaran, para supervisor akan membantu dalam melakukan berbagai kegiatan tersebut.

Dalam analisis kesulitan pembelajaran dapat dilalui dengan identifikasi kesulitan belajar, mengadakan diagnosis kesulitan belajar, melakukan bimbingan dan konseling belajar, dan kemudian menetapkan model pembelajaran serta mengatasi kesulitan belajar.

Pada dasarnya semua anak memiliki kemampuan, walaupun mungkin saja kemampuan yang dimiliki berbeda satu dengan yang lainnya. pada tingkat pendidikan dasar berbagai kemampuan tersebut masih memiliki relasi yang kuat, membaca, menulis, serta berhitung. Masalah yang mungkin ada pada pada salah satu kemampuan tersebut dapat menggangu kemampuan yang lain.

Dengan demikian apa yang kita sering lakukan baik sebagai seorang orang tua, ataupun seorang guru dengan mengatakan seorang anak yang mendapatkan nilai yang rendah merupakan anak yang bodoh dan gagal perlu menjadi perhatian kita. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa mungkin saja anak hanya mengalami gangguan pada salah satu kemampuan tadi, dan ia tidak tahu bagaimana mengatasi masalah tersebut.

Untuk itu, yang terpenting bagi kita adalah dapat menelaah dengan baik perkembangan anak kita. Diagnosis terhadap permasalahan sesungguhnya yang dialami anak mutlak harus dilakukan. Dengan demikian kita akan mengetahui kesulitan belajar apa yang dialami anak, sehingga kita dapat menentukan alternatif pilihan bantuan bagaimana mengatasi kesulitan tersebut.

Anak-anak berkemampuan tinggi, tetapi mengalami hambatan dalam belajar meskipun jumlah mereka tidak banyak, namun perlu dicermati. Karena sesungguhnya mereka adalah aset yang berharga. Kendala yang nampak untuk membantu mereka adalah kesulitan dalam mengidentifikasi mereka.

Pengertian kesulitan belajar  adalah segala masalah atau hal yang mempengaruhi sistem belajar setiap individu atau kelompok sehingga proses penerimaan belajar sulit untuk berkembang dan diterima oleh setiap individu dan kelompok tersebut.

Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar
1.     Faktor intern siswa
2.     Faktor ekstern siswa

Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan dalam belajar, misalnya:
1.     Prestasi yang rendah
2.     Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.
3.     Lambat dalam melaksanakan tugas-tugas belajar
4.     Menunjukkan sifat kurang wajar
5.     Menunjukkan tingkah laku yang berlainan

Usaha mengatasi kesulitan belajar / penanggulangannya, langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain:
1.     Pengumpulan data
2.     Pengolahan data
3.     Diagnosis
4.     Prognosis
5.     Treatment

6.     Evalusi

DAFTAR PUSTAKA


1.      Sholihin, Muchlis. M. Ag. Buku Ajar Psikologi Belajar PAI. STAIN Pamekasan Press. 2006.
2.      Asrori, Mohammad, M. Pd. Psikologi Pembelajaran. Bandung. CV Wacana Prima. Cet. II, 2008.
3.      Feldmen, William. Penerjemah Sudarmaji. Mengatasi Gangguan Belajar Pada Anak. Prestasi Putra. Jakarta:. 2002.
4.      Syah, Muhibbin. M. Ed. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. PT. Remaja Rosdakarya.Bandung. 2005.
5.      Purwanto, Ngalim, MP. Psikologi Pendidikan. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung. 2010
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home